Menteri PUPR: Trans Papua Buka Keterisolasian dan Kurangi Biaya yang Kemahalan

Jumat, 13 April 2018 - 19:41 WIB

FAJAR.CO.ID, Papua Barat – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Papua.

Pembangunan jalan tersebut ditujukan untum membuka keterisolasian daerah terpencil, mengurangi biaya kemahalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua. “Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan akhir tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Basuki menuturkan Penyelesaian Jalan Trans di Papua Barat adalah bagian dari perwujudan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

“Tantangan dalam pembangunan jalan Trans baik di Papua dan Papua Barat adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan dan cuaca.”ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tim Fajar.co.id, (12/4).

Dirinya melanjutkan disamping ketersediaan material konstruksi juga terbatas di Papua, namun pihaknya tetap berupaya keras mengutamakan pemanfaatan material yang tersedia di Pulau Papua.

Diketahui Pada tahun 2017, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang
1.070,62 km telah tersambung dimana 58,97% sudah beraspal dan sisanya jalan tanah.

(zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *