PAN Buat Koalisi Nasional, Gerindra: Demokrasi Tidak Boleh Dikekang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tensi politik jelang Pemilihan Pesiden (Pilpres) 2019 terus memanas. Meski belum ada kandidat yang secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai Calon Presiden (Capres).

Meski belum deklarasi, tetapi Partai-Partai politik secara terang-terangan sudah menjagokan calonnya, seperti Joko Widodo yang diusung oleh lima Parpol, yakni PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP. Sementara, Patai Gerindra baru saja mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Capres mereka.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah dipastikan akan berkoalisi dengan Gerindra untuk mengsung Prabowo Subainto. Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat belum mengambil keputusan mereka untuk Pilpres nanti. Tetapi, dua partai ini ditambah dengan PKB bakal menghadikrna poros ketiga di Pilpres nanti.

Sebagaimana yang telah disamapikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang berkeinginan menghadirkan koalisi nasional di Pilpres nanti. Rencana Zulkifli Hasan ini ditanggapi santai oleh Sekjend Gerindra Ahmad Muzani.

Menurut Muzani, menjadi Capres bukan hanya milik Jokowi dan Prabowo, tetapi semua kader-kader terbaik partai layak dan memiliki hak untuk maju sebagai calon Presiden.

“Bukan hanya Prabowo dan Jokowi saja yang bisa menjadi Capres. Saya kira ide itu tidak ada masalah. Artinya, pilihan-pilihan dalam demokrasi sesutau yang tidak boleh dikekang,” kata Muzani saat menghadiri Press Gathering bersama wartawan Parlemen di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (13/4).

Dikatakan Muzani, ini adalah tanda-tanda baik bagi demokrasi bangsa, dimana setiap partai memiliki kekuatan tersendiri dari kader terbaiknya. Untuk itu, Gerindra sangat mendukung langkah partai-partai lainnya yang mengusung kader terbaiknya.

“Pertanda yang baik bahwa 250 juta penduduk Indonesia kemudian masing-masing partai memilik calon Presiden dan Wakil Presiden. Saya kira itu gejala yang baik, kami menyambut postif dan itu sesuatu yang sangat wajar sehingga buat kami itu sesuatu yang kami sambut dengan gembira,” ucap Muzani.

Muzani juga menegaskan, Partai Gerindra secara bulat telah memutuskan Prabowo Subianto sebagai Capres. Muzani menambahkan, untuk Cawapres Prabowo nanti adalah sosok yang merepresentasikan dari partai pengusung lainnya.

“Iya tentu saja kr5ena dalam UU Parpol disebutkan bahwa Presiden dan Wapres diajukan oleh Parpol atau gabungan Parpol, maka kami Gerindra sudah memiliki Calon Presiden. Pasangan Pak Prabowo tentu saja tokoh yang bisa merepresentasikan dari satu pasangan partai politik,” tutup Muzani. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar