Banyak Sampah di Taman Laut Bunaken, DPR: Pengelolaan Belum Optimal

Sabtu, 14 April 2018 - 17:38 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Taman Laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dikelola belum maksimal oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Taman Laut Bunaken sudah menjadi destinasi nomor satu di Provinsi Sulut. Di tempat wisata ini, tak hanya didatangi oleh wisatawan domestik, tapi juga dikunjungi oleh wisatawan luar negeri. Namun, pengelolaan taman nasional ini belum maksimal, itu terlihat dengan banyaknya sampah di lokasi snorkling.

“Banyak keluhan terkait pengelolaan taman nasional Bunaken, ini seperti banyak sampah di laut yang dikeluhkan wisatawan. Ini bisa menjadi pendorong untuk melakukan pengelolaan lebih baik lagi,” kata Ketua Fraksi Partai Hanura MPR RI Djoni Rolindrawan, di sela-sela press gathering dengan wartawan parlemen di Bunaken, Sabtu (14/4/2018).

Padahal, dalam pengelolaan Taman Laut Bunaken ini dikelola secara langsung oleh Pempus dan keterlibatan Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten.

“Mungkin anggaran yang belum memadai untuk mengelola taman nasional ini. Kalau anggaran dari tahun ke tahun tidak berubah maka tidak ada yang bisa diharapkan,” ujarnya.

Selain anggaran, Djoni juga menyebut faktor budaya atau kultur masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. “Tadi melihat bawah laut melalui kaca di kapal terlihat banyak sampah. Taman nasional Bunaken ini seharusnya mendapat perhatian juga,” pintanya.

Menurut Djoni, potenasi wisata Bunaken ini kalau tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sia-sia. Masalah pengelolaan adalah persoalan anggara, dan anggaran untuk sektor pariwisata ini perlu dinaikkan.

“Apa yang dilakukan MPR? Ini terkait dengan rencana MPR untuk merumuskan kembali GBHN. Dalam GBHN itulah bidang ekonomi khususnya pariwisata diperhatikan,” harapnya. (Hms/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *