Dikotomi Partai Allah-Partai Setan, Amien Rais Disoroti

FAJAR.CO.ID -- Pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, yang mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia dengan sebutan partai setan dan partai Allah, memancing polemik.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan, statemen tersebut tidak seharusnya dikeluarkan, sebab akan membahayakan situasi politik saat ini.

“Jadi mendasarkan pada dua kutub ektrim itu tidak tepat. Nanti akan ada perdebatan teologis lagi, itu membahayakan,” ungkap Sarmuji kepada JawaPos.com, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Sarmuji, mengkategorikan dua kubu tersebut tidak mencerminkan demokrasi di Indonesia saat ini. Di mana politik kita mengajarkan kepemimpinan yang demokratis dan damai.

“Tidak identik dengan yang terjadi di Indonesia, apalagi dalam konteks demokrasi tujuannya adalah menjadi instrumen sirkulasi kepemimpinan yang demokratis dan damai. Jadi kalau seperti itu tidak ada kutub ekstrim seperti itu hisbullah (partai Allah) dan hisbu syaiton (partai setan),” tegas Sarmuji.

Lebih lanjut Sarmuji menduga bahwa seringnya Amien mengeluarkan statemen kontroversi belakangan ini, merupakan bagian dari manuver politiknya jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Bahkan gaya penyampaian pendapat Amien dianggap meniru gaya komunikasi Presiden Amerika, Donald Trump. Di mana mereka sama-sama membuat sesuatu yang kontroversi guna mendongkrak popularitas di mata masyarakat.

“Kalau dari cara melihat Pak Amien mengeluarkan statemen, mungkin Pak Amien sedang meniru gaya komunikasinya Trump, barangkali semakin membuat kontroversi semakin populer. Saya kok lama-lama memiliki pemikiran Pak Amien ini punya agenda ingin menjadi cawapres dengan gaya komunikasi politik model Donald Trump,” kata Sarmuji.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...