Pelajar Gowa Malas dan Apatis Gara-gara SKTB, Ini Buktinya

Sabtu, 14 April 2018 - 18:53 WIB
Ujian hari kedua, Selasa (10/4), mata pelajaran matematika, di laboratorium 5 SMAN 1 Lawang. (Foto: tikahapsari/jawapos.com)

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA – Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Kabupaten Gowa terindikasi kuat menurunkan kualitas pendidikan di Sulsel. Pelajar menjadi malas dan apatis karena adanya jaminan naik kelas. Yang paling parah, peserta didik terancam dalam lingkaran kebodohan. Buktinya, banyak pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gowa yang terindikasi kurang lancar membaca.

Dampak buruk SKTB bukanlah isapan jempol belaka. Bukti buruknya dampak implementasi sistem pendidikan tersebut bahkan diupload oleh seorang warganet di media sosial. Akun Facebook milik Alex Mamengkey mengunggah video pendek terkait kegiatan sekaligus pengakuan seorang pelajar SMA bersama sejumlah temannya yang sedang bolos.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, pelajar SMA swasta di Kabupaten Gowa itu memilih bolos di lapangan dan bermain Mobile Legend (ML). Ia mengaku tidak takut dihukum karena meninggalkan sekolah pada saat jam belajar. Toh, gurunya memang sedang tidak ada berada di sekolah.

Yang mengejutkan, ia menyebut tidak heran kalau banyak pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gowa yang tidak bisa maupun kurang lancar membaca. Itu karena adanya SKTB yang diterapkan Pemkab Gowa sehingga para pelajar tidak perlu khawatir, mau malas atau rajin, mau bodoh atau pintar pasti akan naik kelas.

“Iya (banyak pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gowa tidak lancar membaca). Itu karena SKTB, biar rajin atau tidak rajin, tetapji naik kelas,” ujar pelajar tersebut.

Kabupaten Gowa diketahui menerapkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) selama lebih dari lima tahun. Sistem ini tidak mengenal istilah tinggal kelas. Melalui SKTB yang dicanangkan sejak pemerintahan Ichsan Yasin Limpo selaku bupati, pendidikan baca, tulis dan menghitung pun sengaja dihapuskan pada jenjang dasar.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, indikasi pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gowa kurang lancar membaca memang benar adanya. Rata-rata mereka adalah anak didik yang malas. Mereka jarang masuk sekolah lantaran memiliki jaminan naik kelas dengan SKTB.

Salah seorang pelajar kelas XII SMK Negeri 3 Kabupaten Gowa, NA (18), mengaku masih ada adik kelasnya yang belum lancar membaca. NA yang merupakan pelajar jurusan pengelasan itu menyebut temannya yang belum lancar membaca itu masih duduk di kelas XI jurusan kulit. “Iya ada teman anak jurusan kulit yang belum lancar membaca. Tidak tahu juga kenapa bisa begitu,” ujar NA.

Sebelumnya, sejumlah pelajar SMP maupun Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Gowa juga didapati tidak lancar membaca. Mereka memang rata-rata merupakan anak didik yang malas datang ke sekolah. (Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *