Pengamat Yakin Pasangan Anies-Gatot Mampu Tumbangkan Jokowi

Sabtu, 14 April 2018 - 04:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Calon Presiden (capres) incumbent Joko Widodo (Jokowi) dianggap masih memiliki keunggulan elektabilitas dibanding nama-nama lain yang kerap di sebut. Bahkan calon lawannya, Prabowo Subianto juga, dinilai belum dapat memberikan persaingan berarti.

Hal senada juga turut diutarakan oleh pakar politik Pancasila Nusantara Center, Yudhie Haryono justru merekomendasikan agar Gerindra mengusung pasangan Anies Baswedan – Gatot Nurmantyo.

Jika pasangan ini dimajukan, maka diprediksi dapat lebih memberikan persaingan berarti kepada calon petahana, Jokowi. karena sangat mungkin, jika Anies dicalonkan, maka akan mengulang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta lalu. Di mana Anies kala itu, sukses menyingkirkan calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Prediksinya yang bisa menjadi kompetitor pasangan incumbent hanya Anies-Gatot atau Gatot-Anies, di luar itu gak mungkin. Artinya kalau Gerindra dan PKS berani memunculkan Anies-Gatot, Gatot-Anies ini rematch yang kemungkinan besar petahana akan mendapatkan lawan yang lebih kuat dibanding Prabowo yang maju,” ungkap Yudhie di gedung Nusantara V komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

Menurut Yudhie, pendapat itu muncul karena dia melihat bahwa suara pendukung Prabowo seluruhnya juga mendukung Anies. Sedangkan di sisi lain Gubernur DKI Jakarta ini juga memiliki basis pemilih sendiri, sehingga jika Anies dimajukan akan ada perpaduan suara antara suara Prabowo dan suara Anies itu sendiri.

“Dalam konteks politik mikro, Anies itu Prabowo plus. Tentu saja suara Prabowo suara Anies, tapi tidak semua suara Anies suara Prabowo, artinya Anies itu menjadi unsur penambah bagi suara Prabowo,” lanjutnya.

Lebih lanjut Yudhie mengatakan, jika Anies-Gatot nantinya benar-benar akan di usung Gerindra dan PKS, maka pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian adalah bagaimana Anies menjaga pendukung Prabowo agar tetap di sampingnya.

“Tinggal Anies mampu enggak mengkapitalisasi pendukung Prabowo agar berdiri di pihaknya, dan itu sangat mungkin karena dia memiliki segmentasi relatif berbeda dari pendukung Prabowo,” tegas Yudhie.

Sementara itu, terkait pernyataan Anies beberapa waktu lalu yang menyebut akan fokus mengurus Jakarta, Yudhie melihat hal itu merupakan ucapan normatif seorang kepala daerah. Karena, jika dukungan rakyat terus bermunculan maka Yudhie menyakini Anies bisa mencalonkan dirinya di pilpres 2019.

“Semua Pejabat kita selalu begitu, tapi begitu rakyat mendesak begitu ada desain yang begitu besar dia akan mencalonkan, saya yakin dia tidak akan lari. Dan disitulah cara dia mengalahkan petahana,” pungkas Yudhie. (fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.