Sekutu AS Bombardir Suriah, Indonesia Minta Semua Pihak Tahan Diri

Sabtu, 14 April 2018 22:36

FAJAR.CO.ID — Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis membombardir Suriah dengan rudal dari segala sisi pada Sabtu (14/4/2018) dini hari.Sebanyak 107 misil Tomahawk ditembakkan ke wilayah Suriah, 70 di antaranya berhasil diintersep atau ditembak jatuh anti-misil Rusia.Menanggapi serangan itu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi, mengatakan, semua pihak sudah saatnya untuk menahan diri.Menahan diri yang dimaksud Retno adalah agar tidak terjadi eskalasi yang lebih membahayakan. Ia juga mengatakan, Indonesia tetap di pihak yang menghormati hukum internasional.“Saya menyampaikan posisi kita bahwa kita akan menyampaikan hukum internasional yang berlaku,” katanya pada pembukaan aplikasi Safe Travel di Central Park pada Sabtu (14/4).“Kami juga prihatin dengan situasi yang terjadi, kami menghimbau semua pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi yang dapat membahayakan warga sipil,” tambahnya.Kemlu dan para duta besar sudah memantau situasi dan melakukan antisipasi. Hal ini dilakukan karena masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Syria.“Tadi pagi saya sudah berkomunukasi dengan semua duta besar kita di Damaskus, di Timur Tengah, di Eropa, dan juga di Washington DC. Intinya, kita pantau situasi seperti apa, kita pantau keselamatan WNI,” ujarnya.“Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan semua dubes kita pertama denggan Dubes di Damaskus yang kedua adalah dubes di wilayah timteng, dan yang ketiga yang di wilayah Eropa. Tentunya Dubes di Washington DC. Intinya, kita pantau situasi seperti apa, kita pantau keselamatan WNI,” tambah Retno.

Bagikan berita ini:
8
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar