Wow, Table Top Majapahit Travel Fair 2018 Raih Potensi Transaksi Rp57,9 Miliar

Sabtu, 14 April 2018 - 16:37 WIB

JAKARTA – Sukses besar diraih Majapahit Travel Fair (MTF) 2018. Table Top pameran itu, berhasil meraih potensi transaksi sebesar Rp57,9 miliar. Table top ini adalah bagian dari MTF 2018. Even ini mempertemukan 76 seller dengan 90 buyers. Angka Rp57,9 miliar sendiri muncul dari hasil 3.431 appointment.

Table top bertajuk Travex MTF 2018, dilaksanakan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (12/4). Sedangkan pameran MTF 2018 digelar di Grand City, Surabaya, 12-15 April 2018.

“Kami mendapatkan laporan dari panitia. Yaitu raihan potensi transaksi sebesar Rp57,9 Miliar. Ini angka yang menakjubkan. Angka ini menurut data yang saya terima, naik 5% dari tahun 2017. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jarianto, Jumat (13/4).

Dari MTF 2018, sejumlah destinasi sangat diminati wisatawan. “Data destinasi yang diminati dari hasil appointment adalah Bromo, Kawah Ijen, Baluran, Batu Malang, Malang dan Surabaya City Tour,” kata Jarianto.

Sekadar informasi, perhelatan table top diinisasi oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur. Selain Dinas Pariwisata, Kementerian Pariwisata juga ikut andil dalam pagelaran MTF 2018.

Kemenpar hadir dengan booth yang nyentrik di depan panggung utama. Yaitu dengan design Candi Borobudur. Design menarik tersebut dilengkapi dengan paras-paras cantik. Selain itu, pengunjung juga diberikan layanan kopi. Lokasinya ada di bagian pelayanan booth Kemenpar.

Sementara Panitia Pelaksana MTF 2018, Dadan Kushendarman, mengatakan target dari penjualan tiket paket wisata sebesar Rp5 miliar. Target itu meningkat dari tahun lalu. Yaitu sebesar Rp 3,8 miliar.

“Target tersebut bertambah. Karena, kali ini jumlah booth-nya juga bertambah. Tahun lalu cuma 150 booth, sekarang 170 booth,” katanya.

MTF 2018 mengangkat tema Cultural Uniqueness. Dijelaskan Dadan, tema itu dipilih karena MTF kali ini mengangkat delapan sub etnis di Jawa Timur. Ada Tengger, Osing, Mataraman, Panoragan, Pandalungan, Arek, Samin, dan Madura.

Sementara Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana, didampingi Asisten Deputi Pemasaran I Regional II Sumarni, mengatakan, acara ini sangat menarik dan sangat kental budaya Indonesia.

Berbagai kebudayaan dari semua sub etnis ditampilkan selama empat hari. Begitu juga destinasi wisata di setiap daerah. Tidak hanya delapan sub etnis tersebut, MTF 2018 kali ini mengangkat 22 Desa Wisata yang di Jawa Timur. Tak ketinggalan berbagai destinasi di seluruh Indonesia.

“Selamat atas tercapainya target pendapatan itu, semoga even ini terus konsisten digelar setiap bulan April setiap tahunnya. Selamat juga karena even ini sudah berjalan ke-19 kalinya,” kata Pitana.

Sumarni menambahkan, MTF ini punya tujuan mulia. Yakni juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) antar provinsi dan pulau.

“Juga meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri. Jadi masyarakat kita yang akan mengambil berkahnya,” kata Sumarni yang juga diamini Kepala Bidang Pemasaran Area I Wawan Gunawan.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, bukan hanya wisatawan mancanegara yang diincar. Wisatawan nusantara juga jadi kekuatan pariwisata nasional. Karena, setiap tahun jumlahnya terus meningkat.

“Pameran-pameran ini untuk meningkatkan citra positif sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia, dan tentu saja harus bisa memantik wisatwan mancanegara untuk terus datang ke negara kita. Sukses terus untuk MTF 2018, dan harus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Menpar Arief Yahya. (*)
Gunung Rinjani Jadi Anggota Baru Unesco Global Geopark

LOMBOK – Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya ditetapkan menjadi geopark dunia. Rinjani ditetapkan sebagai geopark dunia dalam sidang Unesco Executive Board, Kamis (12/4), di Paris, Prancis.

“Alhamdulillah sudah sudah ditetapkan pada sidang Unesco Executive Board kemarin di Paris. Geopark Rinjani kini resmi sebagai anggota baru Unesco Global Geopark,” kata General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, Jumat (13/4).

Chairul berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia tersebut. Tanda-tanda Gunung Rinjani akan menjadi Global Geopark sebenarnya telah terlihat. Yaitu saat NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium. Atau, pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Pasific pada 2019.

“Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia akan dilaksanakan di Italia, September 2018,” imbuhnya.

Dengan peningkatan status tersebut, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional. Termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. Ini tentunya berimbas pada sektor pariwisata NTB.

“Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco Global Geopark tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Tentunya, akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung Gunung Rinjani,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata lNTB Lalu Muhammad Faozal menyambut gembira penetapan tersebut. Menurutnya, perjuangan Pemprov NTB sejak 2013 terbayar manis. Kini gaung Gunung Rinjani akan makin santer terdengar di dunia.

“Ini merupakan hal positif. Kawasan Gunung Rinjani akan makin mendunia. Imbasnya adalah peningkatan kunjungan wisata. Kalau sudah begitu porter, masyarakat yang punya homestay, kuliner, transport semuanya hidup, dan timbulkan efek domino yang luar biasa,” ujar Faozal.

Menteri Pariwisata Arief juga ikutan happy. Menurut Menpar, semakin banyak pengakuan dunia yang mampir ke Indonesia, semakin menaikkan pamor Indonesia. Penetapan ini juga akan meningkatkan kujungan wisatawan ke NTB. Imbasnya tentu peningkatan ekonomi NTB.

Benchmark-nya ada China maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark. China berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark semula tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar US$ 90 juta pada 2004, setelah dua tahun bergabung dengan GGN UNESCO.

“Begitu pula Jeju Island Geopark di Korea Selatan tahun 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan. Saya yakin Kawasan Gunung Rinjani bakal makin nge-hits lagi” kata Menpar Arief. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.