Awalnya Cium Bau, Setelah Diperhatikan Ternyata Ada Bangkai yang Membusuk

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Penemuan bangkai orang utan di sekitar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambaliung, langsung ditangani Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau. Namun oleh BKSDA, bangkai orangutan tersebut langsung diserahkan kepada Centre for Orangutan Protection (COP) Borneo, Jumat (13/4).

Dijelaskan Kepala BKSDA Berau Agento Seno, penyerahan penanganan bangkai orangutan kepada COP agar secepatnya dilakukan penguburan. “Sudah kami serahkan kepada tim COP tadi pagi (kemarin, red),” singkat Agento saat ditemui Berau Post.

Linus, Staf COP Borneo, yang menerima bangkai orangutan dari BKSDA menyebut, penemuan bangkai orangutan tersebut juga menjadi jawaban atas hilangnya satu orangutan di hutan konservasi Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, tiga pekan lalu. Sehingga diduga kuat, bangkai orangutan yang ditemukan Kamis (12/4) sore, merupakan orangutan yang hilang setelah terjadi banjir di hutan konservasi Kampung Merasa.

“Mungkin hanyut saat banjir besar yang terjadi sekitar tiga minggu lalu,” katanya. “Dan yang hilang memang satu ekor saja,” sambungnya.

Rencananya, bangkai orangutan yang ditemukan segera dikuburkan di hutan yang disebut sebagai kampusnya orangutan itu.

“Jadi tempat rehabilitasi (kampus orangutan, red) ini memang secara khusus menangani orangutan yang sakit dan mati. Tempat penguburannya pun ada sendiri,” jelasnya.

Kejadian hilangnya orangutan hingga ditemukan setelah menjadi bangkai, merupakan kejadian yang pertama selama proses konservasi ditangani pihaknya.

Kemarin diberitakan, masyarakat Kelurahan Sambaliung, digegerkan dengan temuan bangkai orangutan yang sempat dikira mayat manusia. Bangkai orangutan itu ditemukan di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sambaliung, sekitar pukul 16.00 Wita kemarin (12/4).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...