Horor! Guru SMK Digorok Ipar Sendiri

Minggu, 15 April 2018 - 14:24 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Tak ada yang menyangka, Suwadi, seorang guru di SMKN 3 meregang nyawa dalam kondisi yang begitu tragis. Sepulang dari sekolah pada Jumat (13/4) sekira pukul 17.30 Wita, masih mengenakan pakaian mengajar berupa kemeja lengan pendek putih bergaris-garis dan celana panjang krem, tubuh Suwadi terbujur kaku. Terdapat luka menganga di bagian leher depan, bahkan saluran tenggorokannya sampai terlihat. Darah merah kental membanjiri di sekitar kepala hingga bajunya.

“Anaknya sendiri yang menyaksikan. Awalnya korban masuk ke dalam rumah lantas diikuti pelaku,” kata Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol M Jufri Rana.

Ketika di dalam rumah itulah, pelaku yang diketahui bernama Panji tiba-tiba mengambil parang. Kemudian terjadilah perkelahian, di mana pelaku memiting leher korban.

“Pitingan itu sempat lepas, korban lari ke depan rumah namun terjatuh. Di situlah Panji menggorok leher korban,” terang Jufri.

Suwadi langsung tewas di tempat. Pembunuhan sadis itu berlangsung di kediaman korban, Gang Makmur, Jalan Sepinggan Baru II, RT 16, Nomor 79, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan.

Panji, sang penjagal, ternyata adik ipar korban. Pria berusia 33 tahun itu oleh warga sekitar dan pihak keluarga disebut mengalami gangguan jiwa, sehingga emosinya tidak terkontrol. Keterangan lain yang dihimpun Balikpapan Pos, Panji menjadi gelap mata karena sering dibohongi oleh korban.

Polisi berhasil mengamankan tersangka ke Mapolsek Balikpapan Selatan. Lantaran Panji diduga mengalami gangguan kejiwaan, Jufri mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menguji kebenarannya.

“Dari pihak keluarga menyebutkan ada gangguan kejiwaan, proses penyelidikannya otomatis kami akan lakukan pemeriksaan kejiwaan, apakah dia ini sakit atau dibuat-buat,” tandas Kapolsek.

Kalau aturannya, dia melanjutkan, misalkan sakit jiwa otomatis pelaku tidak bisa diproses karena dia tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi, kita tunggu. Kalau seumpamanya bisa sembuh, ya kita proses,” terangnya.

Sejumlah warga sekitar mengaku terkejut atas peristiwa tragis tersebut. Warga mengatakan, pelaku yang juga adik ipar korban ini baru tinggal di Balikpapan sejak lima hari lalu. Panji tinggal bersama orangtuanya di Samarinda. Namun, baru-baru ini pelaku pergi ke Balikpapan dan tinggal di dekat rumah saudaranya, istri dari korban.

“Iya, dia di sini baru lima hari. Memang dia harus tergantung obat penenang. Dia mulai dari SMP kalau nggak salah. Kecilnya itu dia di Samarinda dan tinggal di Samarinda, dia main ke sini,” ungkap Harianto, warga RT 17 di lokasi kejadian.

Menurut Harianto, korban dikenal sosok yang baik kepada warga sekitar dan tidak mengenal lelah. Korban pun dikenal tak sombong lantaran sering bertegur sapa dengan penduduk sekitar. Kejadian ini pun sontak membuat warga kaget, korban yang saat itu mengenakan pakaian putih tergeletak dengan bersimbah darah yang mengucur dari sayatan di lehernya.

“Wah, baik dia (korban) Mas. Sama warga sini baik pokoknya. Dia ‘kan habis pulang ngajar ini di SMK 3. Pas pulang, tiba-tiba digorok sama iparnya,” pungkasnya.

Saat ditemui di Mapolsek Balikpapan Selatan, pelaku terlihat sulit diajak berkomunikasi dengan baik. Namun, hal ini masih didalami oleh pihak kepolisian dan akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait gangguan jiwa yang dialami pelaku. (yad/yud/k1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *