Istri Suport Suami Jual Narkoba, Akhirnya Ikut Diciduk

Minggu, 15 April 2018 - 15:11 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Niat menangkap pelaku pengedar narkoba di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Gang Sepakat III, RT 11, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, petugas BNNK Balikpapan hanya mendapati istri pelaku, Andini Prihatini alias Peri.

Peri lantas ikut diamankan oleh petugas lantaran mengetahui aktivitas suaminya, Diki yang menjual narkoba jenis sabu. Bahkan, sang istri diduga membiarkan suaminya kabur saat petugas hendak menangkapnya.

Bermula ketika petugas melakukan penangkapan terhadap target atas nama Sudirman, kemudian dikembangkan ke rumah Diki. Namun, saat petugas hendak menggerebek rumah Diki, rupanya yang bersangkutan telah berhasil melarikan diri bersama temannya yang berperan sebagai kurir bernama Wawan. Diki dan Wawan diduga kabur melalui jendela rumahnya saat petugas hendak menghampiri rumah tersebut. Gagal menemui keduanya, petugas menanyakan kepada Peri dan dia mengakui bahwa suaminya baru saja keluar rumah.

“Diki ini agak licin orangnya karena yang bersangkutan berhasil meloloskan diri, terbukti dengan terbuka jendelanya. Ada dugaan dia mendapatkan bantuan dari keluarga yang bersangkutan,” kata Kepala BNNK Balikpapan Kompol M Daud saat press release di kantornya, kemarin (13/4).

Dia melanjutkan, penggeledahan rumah dilakukan dengan disaksikan tokoh masyarakat setempat di mana akhirnya aparat berhasil menemukan barang bukti, seperti bong, sendok penakar, serta sabu seberat 0,44 gram. Petugas akhirnya mengamankan istri Diki lantaran tidak melaporkan kepada petugas bahwa terjadi tindak pidana narkotika. Sementara Diki ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

“Istrinya harus bertanggung jawab. Karena ada pasal yang mengatakan bahwa barang siapa yang tidak melaporkan tentang terjadinya suatu tindak pidana narkotika, maka yang bersangkutan diproses,” terang Daud.

Peri sendiri disangkakan pasal 131, yakni mengetahui tetapi tidak melaporkan dengan ancaman pidana 11 bulan penjara.

Saat petugas hendak membawa Peri ke kantor BNNK, petugas melakukan penangkapan terhadap Arif dan melakukan interogasi lebih lanjut. Arif menunjukkan sebuah rumah tak jauh di kawasan tersebut dan aparat menemukan dua orang, yakni Herman dan Alfian yang diduga terlibat sebagai pengguna narkoba. Petugas akhirnya menggelandang mereka ke kantor BNNK.

“Di daerah situ langsung kami amankan ketiga orang tersebut, yakni Arif, Herman, dan Alfian. Sampai di kantor BNNK ternyata mereka positif semua,” ungkapnya.

Daud mengatakan, pihaknya telah melakukan pengembangan kasus dan melakukan pengejaran terhadap Diki dan Wawan yang berhasil meloloskan diri. Sebab, menurut Daud, hal ini merupakan sindikat peredaran narkotika spesialis perkampungan. Akhir-akhir ini memang tengah menjadi perhatian aparat terkait narkotika yang telah menyasar wilayah perkampungan.

“Kami melakukan pengejaran terhadap Diki karena dugaannya ini sindikat. Seperti yang saya bilang kemarin bahwa narkoba ini sudah masuk ke perkampungan, jadi harus segera dicegah,” pungkasnya. (yad/yud/k1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *