Optimis, Produksi Ikan Melonjak

Minggu, 15 April 2018 - 16:23 WIB

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Target tinggi dicanangkan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang terkait produksi perikanan di tahun ini. Tak tanggung-tanggung 20 ribu ton ikan harus didapatkan guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga Kota Taman. Target ini sesuai dengan instruksi Pemprov Kaltim.

Kepala DKP3 Aji Erlynawati optimistis target tersebut dapat terpenuhi. “Sesuai dengan renstra (rencana strategi),  2018 ini targetnya sekitar 20 ribu ton per tahun,” kata Aji Erlynawati saat dijumpai Bontang Post, Rabu (11/4) lalu.

Beragam upaya dilakukan oleh DKP3 untuk mengejar target tersebut. Bentuknya dengan pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada nelayan. Salah satunya melalui penggantian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak memperkenankan nelayan menggunakan cantrang. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 tentang Larangan Penggunan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

Menurutnya, penggantian ini tidak akan mempengaruhi besaran tangkapan ikan. “Harus menyesuaikan yang ada. Saya rasa tidak mempengaruhi produksi ,” ucapnya.

Menunjang para nelayan, DKP3 juga memperhatikan setiap armada yang digunakan. Wujudnya dengan memberikan bantuan mesin.

Tak hanya itu, DKP3 memandang peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga dapat membantu produksi perikanan meningkat secara kuantitas. Mengingat inovasi terkait perikanan selalu berkembang, sehingga nelayan perlu membekali dirinya.

Berkaca dari tahun lalu, jumlah produksi ikan tidak mencapai 20 ribu ton. Namun dipastikan menyentuh angka 15 ribu ton. Ia mengungkapkan  jumlah produksi ini tidak hanya bertumpu pada penangkapan saja. Namun, sektor budidaya juga dapat dijadikan solusi untuk menggenjot target yang telah dipatok.

“Tidak hanya tangkap tetapi ada budidaya yang sudah dikembangkan. Ini yang diharapkan bisa memenuhi target dari produksi perikanan,” ungkapnya.

Terdapat beberapa budidaya yang bakal dioptimalkan. Apalagi beberapa binaan budidaya tersebut telah didukung penuh oleh beberapa perusahaan di Bontang. “Ada budidaya kerapu, lobster, dan air tawar,” singkatnya.

Berkenaan dengan cuaca yang belakangan ini cukup ekstrem, ia membenarkan bahwa ketergantungan dengan faktor musim berpengaruh pada jumlah produksi. “Jelas memang produksi ini fluktuatif tergantung musim,” tukasnya. (ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.