Pembangunan Bendungan Jenelata, Tiga Desa di Manuju Akan Ditenggelamkan

Minggu, 15 April 2018 - 11:49 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta seluruh warga Kecamatan Manuju khususnya warga Desa Pattallikang dan dua desa sekitarnya untuk mendukung penuh pembangunan Bendungan Jenelata.

“Kalau pembebasan tanah ini nantinya tidak ada riak-riak maka pemerintah pusat akan segera mewujudkan Bendungan Jenelata. Tapi kalau masyarakat mau pertahankan keinginannya di atas yang diaturkan pemerintah maka Bendungan Jenelata akan dipindahkan ke daerah lain,” kata Adnan.

Demi meyakinkan warga Manuju, Adnan mengatakan dalam pembebasan nanti warga tidak akan mendapatkan ganti rugi melainkan ganti untung. Adnan lalu sembari mensosialisasikan rencana pemerintah dalam upaya pembangunan Bendungan Jenelata yang akan mulai prosesinya pada 2019 mendatang.

Dikatakan Adnan, tahun depan lokasi bakal bendungan Jenelata akan mulai disurvei. ” Jadi tim pusat akan menghitung luasan lahan itu, berapa harga dan berapa harga per satu bidang tanah. Sekarang tidak ada istilah tim 9 yang ada adalah tim apresial. Jadi pemerintah kabupaten tidak akan dilibatkan dalam hal menghitung dan menetapkan harga. Tugas Pemkab Gowa hanya mengajak masyarakat untuk sukseskan proyek ini,” jelas Bupati Adnan.

Makanya warga masyarakat Manuju pun diimbau mendukung penuh dan berpartisipasi dalam rencana pembangunan bendung keempat di Kabupaten Gowa ini.

” Insha Allah pemerintah pusat akan menyetujui dan segera membangun bendungan ini. Agar segera terwujud warga tidak boleh minta harga tinggi karena itu sudah diatur dan tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untung,” tambah bupati.

Jika warga Manuju sukses dalam mengantar pembangunan bendungan Jenelata itu, maka menurut Adnan pembangunan bendungan keempat ini akan menjadi percontohan nasional atau percontohan di Indonesia. ” Gowa pasti bisa sebab indikatornya adalah tidak adanya yang tersentuh atau pun berproses hukum,” sebut Adnan.

“Kalau masyarakat setuju dijalankan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, pasti kita akan jadi percontohan di Indonesia, Insya allah berjalan lancar,” tutur Adnan. Pembangunan bendungan Jenelata ini kata bupati dibackup anggaran APBN sebesar Rp 1,6 trilyun. ( sar/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.