Pengamat Sarankan Amien Rais “Ruqyah” Parpol Koalisinya

Minggu, 15 April 2018 - 14:21 WIB
Politikus Senior Amien Rais (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Pernyataan kontroversi politikus senior Amien Rais yang mendikotomikan dua partai di negeri ini, yakni Partai Allah dan Partai Setan, terus memancing kegaduhan. Sejumlah kalangan menyesalkan statemen dari mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Renaissance Political Research and Studies, Khikmawanto, pernyataan yang dilontarkan mantan Ketua MPR itu suatu yang sah saja dalam politik, sebab ingin menyemati partai koalisinya dengan Partai Allah dan lawan koalisinya dengan partai setan.

“Hemat saya Pak Amien secara tidak langsung mengakui kehebatan partai yang dia labeli sebagai partai setan, karena partai tersebut mampu membujuk rakyat menjadi pengikutnya,” ujar Khikmawanto, Minggu (15/4/2018).

Lebih jauh, Khimawanto menduga, dalam mengeluarkan statemen tersebut Amien bermaksud untuk memenangkan hati rakyat.

Dia menganggap partai yang berrada di luar koalisi PAN dan parpol lainnya adalah partai setan. Saat ini koalisi partai setan itu dianggapnya sudah merusak tatanan politik bangsa. “Agar rakyat mau menjadi pengikut partai Allah tersebut,” papar Khikmawanto.

Meski cara itu dianggap tidak salah, Khikmawanto menyarankan Amien Rais untuk dapat melakukan dakwah politik yang benar dan sesuai kaidah yang benar. “Bukan malah sebaliknya demi merebut pengikut banyak partai Allah, menggunakan cara yang tidak jauh beda dengan partai lawan koalisinya,” ungkap Khikmawanto.

Sebelum Amien Rais menyebut parpol di luar koalisinya adalah partai setan, kata Khikmawanto, sebaiknya mantan Ketua Umum PAN itu melakukan ruqyah politik masal terhadap partai koalisinya sendiri.

“Caranya bagaimana. Tentu, karena ini berbicara panggung politik maka dengan program kerja dan gagasan yang kongkrit sebagai solusi agar rakyat mau kembali menjadi pengikut partai yang di bilang islam,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, pada Jumat subuh (13/4), Amien memberikan tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dalam tausiyah tersebut, Amien menyebut orang-orang yang anti tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar. Partai itu dilabelnya partai setan. Sementara orang yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan disebut hizbullah, Partai Allah. (rdw/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *