Rumah Dieksekusi, Ayah Buang Balitanya dari Atap

FAJAR.CO.ID -- Seorang ayah di Kota Joe Slovo di Kwadwesi, dekat Port Elizabeth di pantai tanjung timur Afrika bertindak nekat. Saat pembongkaran rumahnya sedang berlangsung, ia melemparkan anak balitanya dari atap.

Drama itu terjadi setelah 90 gubuk yang dibangun secara ilegal di kota Joe Slovo di Kwadwesi, dekat Port Elizabeth di pantai tanjung timur Afrika diperintahkan untuk dibongkar.

Dinas Kepolisian Afrika Selatan dikirim untuk memastikan keamanan tim pembongkaran ketika 150 pengunjuk rasa mulai melakukan kerusuhan serius dengan melemparkan batu bata dan menutup jalan dengan ban yang terbakar.

Ketika situasi sedang memanas, pria itu kemudian naik ke atap gubuknya bersama anaknya dan mengancam akan melemparkannya jika pembongkaran tidak dihentikan. Ayah berusia 38 tahun terlihat menggantung anaknya yang ketakutan dan menjerit-jerit dengan memegangi pergelangan kakinya.

Seorang negosiator polisi berusaha untuk menghentikannya agar ia tidak melempar anak itu dari atap tetapi dia melanjutkan ancamannya, dengan para warga lainnya di bawahnya mendorongnya dengan teriakan: "Lempar, lempar, lempar".

Untungnya, petugas yang ada di atap telah memperingatkan rekan-rekan di bawah bahwa anak itu bisa jatuh setiap saat. Jadi polisi siap di bawah untuk menangkap gadis kecil itu ketika ayah yang marah itu benar-benar melemparkan anaknya ke bawah.

Setengah lusin petugas dari Dinas Kepolisian Afrika Selatan bergerak dengan diam-diam dan berdiri di bawah. Balita itu pun berhasil ditangkap salah satu petugas polisi. Ayah sang anak kemudian ditangkap tiga petugas lainnya. Dan dengan tangan diborgol ia diturunkan ke tanah dan secara resmi dituntut oleh polisi dengan percobaan pembunuhan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...