Fokus Sita Aset Abu Tours Dalam Negeri, Polda Sulsel : Selanjutnya Baru ke Luar Negeri

Senin, 16 April 2018 - 06:41 WIB
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polda Sulsel terus melakukan penyitaan aset Abu Tours yang ada di Indonesia. Polda Sulsel belum menyasar aset Abu Tours yang ada di luar negeri.
Belum dilakukannya penyitaan aset di luar negeri karena  aset di Indonesia belum disita semua. Setelah aset bergerak dan tak bergerak di Indonesia berhasil di sita, maka Polda Sulsel, akan fokus melakukan penyitaan aset di luar negeri. Hal ini tentu dengan cara mengandeng Interpol.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, sejumlah aset Abu Tours masih tersembunyi. Semuanya belum berhasil disita. Untuk itu, akan dilakukan lagi penyitaan di kota lainnya setelah Jakarta.
Kota yang dimaksud, sebut Dicky, diantaranya, Medan, Palembang, Kendari, Balik Palan, dan sejumlah kota lainnya. “Jadi kita mau selesaikan dulu penyitaan aset di Indonesia. Baru ke luar negeri. Karena sejauh ini kita belum melakukan pendeteksian aset ke luar negeri,” kata Dicky, Minggu, 15 April.
Sejauh ini Polda Sulsel telah melakukan penyitaan sejumlah aset bergerak dan tak bergerak yang berhasil di sita. “Aset bergerak berjumlah 34 unit. Kota Makassar 16 kendaraan roda empat dan empat kendaraan roda dua,” katanya.
Di jakarta lanjunya, ada 13 kendaraan roda empat, dan di Palembang satu kendaraan roda empat. “Aset elektronik berjumlah 33 unit. Ada 24 unit komputer dan tiga unit laptop di Kota Makassar. Di Jaksel dua komputer dan empat kamera,” ujarnya.
Selain itu, penyidik menemukan sejumlah uang asing di Kota Makassar. Sejumlah uang itu, 11.250 Riyal, 140 USD, Rp2.492.000. “Di Depok juga ada. 43 Riyal, 7 Ringgit, 1 Dinar, 1 USD, 62 SGD,” ungkapnya.
Dicky merinci, nilai aset Abu Tours yang berhasil disita, telah mencapai ratusan miliar. Masih jauh dari angka uang jemaah Rp1,8 triliun. “Nilai aset sekitar 150 miliar,” tandas Dicky. (ans/fo/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.