Kembalikan Tas Polisi, Pedagang Es Malah Didakwa Curi Pistol

Senin, 16 April 2018 - 05:49 WIB
Mohammad Rofiq alias Upik yang kini berstatus sebagai terdakwa kasus pencurian di Pengadilan Negeri Denpasar (Foto: ISTIMEWA)

Mungkin ini yang disebut niat baik tidak selalu disambut baik. Seperti kisah Mohammad Rofiq, 32, yang akrab disapa Upik, pedagang es keliling di daerah Serangan, Denpasar Selatan, Bali.

===============

UPIK menemukan tas milik anggota Polisi, kemudian mengembalikannya. Tapi belakangan dia malah menjadi tersangka, bahkan kini duduk di kursi pesakitan dan didakwa mencuri pistol Polisi.

Upik terpaksa harus berurusan dengan hukum dalam berapa bulan terakhir ini. Mulai dari Polisi, Jaksa, dan yang terakhir ini duduk di dalam persidangan sebagai seorang terdakwa.

Aktivitasnya sebagai pedagang es keliling pun disetop sementara waktu. Selama berapa bulan ini, pria yang tinggal di Jalan Suwung Batankendal, Desa Suwung Batankendal, Denpasar Selatan ini keluar masuk tahanan. Bahkan sekarang seminggu sekali datang ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk menjalani sidang.

Sidang terakhir yang dia ikuti berlangsung pada Selasa (10/4.2018). Saat itu sidang diisi dengan agenda eksepsi. Menyampaikan keberatan atas dakwaan pencurian yang dialamatkan kepadanya.

Mungkin Upik sendiri masih bingung. Bagaimana dia tiba-tiba begitu saja dituduh, bahkan didakwa mencuri pistol berikut pelurunya serta beberapa barang berharga milik anggota Polisi yang tugas di Polda Bali. Dia dijerat dengan Pasal 362 KUHP yang ancaman maksimalnya 5 tahun penjara.

Dalam pembelaannya yang disampaikan oleh tim pengacaranya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang terdiri dari I Made Bagus Suardana, Nur Sodiq, dan Erma Lisnawati disebutkan, terdakwa sama sekali tidak mengetahui perihal pencurian pistol yang didakwakan kepada dirinya.

Sekalipun terdakwa mengakui bahwa pada Selasa pagi tanggal 5 Desember 2017, sekitar pukul 09.30, dia menemukan tas hitam berisi secarik kertas yang bertuliskan nama korban Ketut Juniarta (polisi berpangkat Aipda dan tugas di Unit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Bali) di terpal rombong tempatnya berjualan di wilayah Serangan, Denpasar Selatan.

“Bukan kartu pengenal milik korban atas nama Aipda I Ketut Juniarta seperti yang tertera dalam dakwaan,” tandas Bagus Suardana.

Karena menemukan itu, terdakwa pun berinisiatif dan minta saran kepada Surata, seorang temannya yang kebetulan berprofesi sebagai anggota polisi di Polresta Denpasar. “Tujuannya minta saran. Sebaiknya apa yang dia lakukan dengan barang temuannya itu,” imbuhnya.

Sore harinya, sekitar pukul 17.00, sepulang dari berjualan, terdakwa menelepon pemilik tas itu. Menyampaikan bahwa dia menemukan tas tersebut di tempatnya berjualan. “Sekitar pukul 19.30, korban bersama anggota lainnya datang ke tempat Upik,” jelasnya lagi.

Awalnya, pertemuan itu biasa-biasa saja. Bahkan, terdakwa diajak makan di Lapangan Pegok. Tapi, saat makan itulah, korban tiba-tiba mengaku kehilangan dua ponselnya. “Kami selaku pengacara menduga bahwa itu hanya dalih korban agar bisa menggeledah kos untuk mencari pistolnya yang hilang,” ujarnya berasumsi.

Sekalipun barang-barang yang ditemukan sudah dikembalikan, ternyata laporan kehilangan itu tetap berlanjut. Bahkan, menjadi pencurian. Dan, Upik malam itu juga ditahan.

Yang membuat pihak pengacara heran, sekitar satu bulan lebih kemudian, pelaku pencurian pistol korban akhirnya tertangkap. Pelakunya Riyan alias Donal yang ada sangkut pautnya dengan kasus pencurian di daerah Karangasem.

Selain itu, sambung dia, pengakuan korban soal tempat hilangnya pistol selalu berubah. “Pertama korban mengaku di rumahnya. Kemudian belakangan di rumah ibu angkatnya di Jalan Tukad Balian. Jadi mana yang benar? Ini yang membuat kami ambil kesimpulan ada yang tidak wajar dalam kasus ini,” tukasnya.

Karenanya, dia berharap pembelaan yang disampaikan dalam sidang pada Selasa (10/4) yang lalu mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan majelis hakim yang diketuai I Gde Ginarsa. Rencananya, sidang terhadap Upik akan berlanjut minggu depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan saksi-saksi. (bx/hai/yes/JPR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.