Kembalikan Tas Polisi, Pedagang Es Malah Didakwa Curi Pistol

Sekalipun terdakwa mengakui bahwa pada Selasa pagi tanggal 5 Desember 2017, sekitar pukul 09.30, dia menemukan tas hitam berisi secarik kertas yang bertuliskan nama korban Ketut Juniarta (polisi berpangkat Aipda dan tugas di Unit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Bali) di terpal rombong tempatnya berjualan di wilayah Serangan, Denpasar Selatan.

“Bukan kartu pengenal milik korban atas nama Aipda I Ketut Juniarta seperti yang tertera dalam dakwaan,” tandas Bagus Suardana.

Karena menemukan itu, terdakwa pun berinisiatif dan minta saran kepada Surata, seorang temannya yang kebetulan berprofesi sebagai anggota polisi di Polresta Denpasar. “Tujuannya minta saran. Sebaiknya apa yang dia lakukan dengan barang temuannya itu,” imbuhnya.

Sore harinya, sekitar pukul 17.00, sepulang dari berjualan, terdakwa menelepon pemilik tas itu. Menyampaikan bahwa dia menemukan tas tersebut di tempatnya berjualan. “Sekitar pukul 19.30, korban bersama anggota lainnya datang ke tempat Upik,” jelasnya lagi.

Awalnya, pertemuan itu biasa-biasa saja. Bahkan, terdakwa diajak makan di Lapangan Pegok. Tapi, saat makan itulah, korban tiba-tiba mengaku kehilangan dua ponselnya. “Kami selaku pengacara menduga bahwa itu hanya dalih korban agar bisa menggeledah kos untuk mencari pistolnya yang hilang,” ujarnya berasumsi.

Sekalipun barang-barang yang ditemukan sudah dikembalikan, ternyata laporan kehilangan itu tetap berlanjut. Bahkan, menjadi pencurian. Dan, Upik malam itu juga ditahan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...