Mantan Kepala DLH Ungkap Ada Setoran Fee di Proyek Ketapang


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Gani Sirman mulai bernyanyi. Pria yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana, mengakui ada adanya setoran fee sebesar 30 persen dari total anggaran proyek.Fee tersebut disetorkan langsung oleh bendahara DLH ke salah satu OPD pemkot.”Saya rasa ini bukan lagi rahasia, karena sudah ada yang tahu dari pada saya. Jadi fee disetor sesudah kegiatan berjalan, yang disebutkan nilainya sekitar Rp300 juta lebih yang disetorkan bendahara DLH . Itu ada rekamannya. Dia siap untuk menjadi saksi ketika dipanggil polisi,” ungkap Gani Sirman dalam keterangan persnya, Minggu (15/4).Adapun komitmen proyek tersebut, menurut Gani, sudah tegas disepakati untuk disetorkan sebelum dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Makassar.”Saya masuk Agustus. Ketika saya tanyakan, memang ada fee proyek 30 persen untuk disetorkan berdasarkan komitmen proyek. Di masa saya itu, disampaikan kepada saya kalau ada setoran dan kewajiban tersebut. Tapi komitmen bukan dari saya, cuma pembayaran saja,” tambahnya.Menurutnya, fee proyek dengan besaran 30 persen kini menjadi rahasia umum di semua SKPD Pemkot Makassar. Sebab semua proyek anggarannya harus disetor 30 persen.Ia lalu menjelaskan awal mula kasus pohon ketapang kencana di 2015.Kala itu Dinas Kebersihan dan Pertamanan dipimpin Azis Hasan. Kala itu Azis Hasan pertama melaksanakan kegiatan tender pada tahap awal, serta membentuk tim perencanaan yang menyusun kerangka acuan dan perkiraan harga sendiri. Tidak lama menjabat, Azis Hasan kemudian dimutasi dan digantikan oleh Syahruddin.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: