PKPI Polisikan Komisioner KPU, Kasusnya…

Senin, 16 April 2018 - 19:35 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari dipolisikan
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya, Senin (16/4/2018) oleh parti besutan Hendro Priyono tersebut.

Dugaannya, Hasyim dituduh PKPI telah melakukan penyebaran hoax alias kabar bohong.

Berita hoax dimaksud adalah terkait pernyataan Hasyim bahwa KPU akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan yang telah didapat oleh PKPI yang dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu 2019.

Demikian disampaikan kuasa hukum ,PKPI Reinhard Halomon di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Menurut Reinhard, karena UU Pemilu menyatakan putusan PTUN final dan mengikat serta diperkuat peraturan MA yang menyebut putusan PTUN tidak bisa dibanding.

“Tidak bisa dikasasi dan juga tidak bisa di PK,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam ketentuan pasal 471 UU Pemilu yang isinya menyatakan bahwa putusan PTUN final dan mengikat.

Lalu, diperjelas dengan peraturan Mahkamah Agung (MA) dalam pasal 13 ayat 5 kemudian, bahwa selain final dan mengikat tidak ada upaya banding, kasasi maupun PK.

“Jadi itu adalah berita bohong yang disampaikan Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Untuk diketahui, PKPI sebelumnya dinyatakan resmi menjadi salah satu peserta Pemilu 2019 setelah malalui proses sidang di PTUN.

PKPI selanjutnya mendapat nomor urut 20. (fajar/pojoksatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *