Ratusan Peserta UNBK di Jember Mengundurkan Diri

Senin, 16 April 2018 - 22:37 WIB

FAJAR.CO.ID, JEMBER — pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK dan SMA, sukses digelar tahun ini. Namun sayangnya masih ada saja peserta yang mengundurkan diri dan beberapa yang absen mengikuti ujian.

Contohnya di Jember, ratusan siswa tercatat mengundurkan diri dan puluhan lainnya absen. Hal ini berdasarkan hasil rekapan Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember.

“Ini kan UNBK tahun kedua, integritas sebagai penyelenggara UNBK 100 persen lebih baik di Jember,” ucap Lutfi Isa Ansori, Kepala Dispendik Jatim Cabang Jember kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang.

Dari segi pelaksanaan, memang diakuinya lebih baik. Baik dari lembaga penyelenggara maupun dari sisi teknis pelaksanaan. “Kami harus banyak berterima kasih kepada PLN dan Telkom yang cukup baik dalam pelaksanaan UNBK kali ini,” jelasnya. Sebab, memang hampir tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya.

Kalaupun ada sejumlah kasus mati lampu dan jaringan tersendat, juga bisa langsung diatasi dengan baik, karena lembaga sudah ada antisipasi menyewa genset jika ada kendala. “Paling kalau teknis di lapangan kesulitan login. Karena online bisa langsung kita monitor dari pusat di provinsi untuk membantu,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, meskipun dari penyelenggaraan cukup sukses, namun yang jadi catatan pihaknya banyaknya peserta yang mengundurkan diri. “Untuk SMK yang mengundurkan diri tercatat sebanyak 103 peserta,” jelasnya. Sedangkan, untuk SMA tercatat lebih sedikit, yakni hanya 24 yang mengundurkan diri.

Lutfi mengatakan, siswa yang mengundurkan diri ini memang bukan dari sekolah, namun dari siswa sendiri yang tidak mengikuti ujian dan tanpa keterangan sama sekali. Mereka tidak hadir dalam UNBK meskipun sebelumnya pihak sekolah sudah mencoba untuk mencari tahu keberadaan siswa ini. Padahal, siswa ini sudah didaftar sebagai peserta UNBK oleh pihak sekolah.

“Biasanya, Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UNBK ini dilaporkan Januari tahun sebelumnya. Bahkan, Daftar Nominasi Tetap sebagai peserta UNBK sudah ditetapkan bulan Desember 2017,” tuturnya. Saat pendaftaran, para peserta ini masih aktif. Namun kemudian, selama proses waktu para peserta ini kemudian menghilang dengan berbagai alasan yang ada.

“Sebenarnya dilema bagi kami. Sejak awal siswa yang bersangkutan jarang masuk sekolah, namun tetap didaftarkan sebagai peserta UNBK,” tuturnya. Apabila siswa yang jarang masuk sekolah pada tahun ajaran baru tidak didaftarkan sebagai peserta UNBK, maka dikhawatirkan siswa tersebut sewaktu-waktu mengikuti ujian dan siswa yang tidak masuk dalam daftar nominasi peserta ujian, tidak bisa mengikuti UNBK.

“Kalau didaftarkan sebagai peserta UNBK, maka akan terlihat banyak siswa yang tercatat mengundurkan diri. Namun, kalau tidak didaftarkan, maka mereka tidak bisa ikut UNBK,” katanya.

Dirinya mengatakan, siswa yang mengundurkan diri sebagai peserta UNBK merupakan persoalan klasik yang terus terjadi setiap tahun di Kabupaten Jember. “Klasik kalau persoalannya. Untuk SMK biasanya sudah bekerja di luar daerah. Atau juga ada yang menikah. Jadi bukan karena biaya atau sebagainya,” tegasnya. Hal ini lebih mengarah budaya dan masih rendahnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan.

Selain siswa mengundurkan diri, pihak Dispendik juga mencatat ada sejumlah siswa yang absen. “Kalau yang absen ini ada keterangan. Ada yang sakit, keperluan lain. Ada juga yang saat UNBK kemarin terkendala masalah teknis. Misalnya komputer terkena virus atau tidak bisa login,” terangnya.

Untuk jumlahnya, menurut Lutfi tidak terlalu banyak. “Yang absen untuk SMK ada 36 siswa dan SMA 27 siswa,” jelas Lutfi. Oleh karena itu, pihaknya pun mengambil kebijakan jika yang bersangkutan dianggap absen. Jika demikian, mereka bukan dianggap tidak lulus, namun bisa mengikuti ujian susulan.

“Ujian susulan akan dilaksanakan pada 17 april 2018,” terangnya. Sehingga, mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti UNBK tersebut. Terakhir, pihaknya berharap di UNBK 100 persen tahun kedua ini, ada prestasi yang ditorehkan oleh siswa-siswi SMA/SMK Jember. Minimal bisa masuk dalam 10 besar Jawa Timur.

Lumajang juga Lancar

Sementara di kecamatan Kedungjajang Lumajang, 154 siswa kelas XII Madrasah Aliyah Syarifuddin, Kedungjajang lega usai melewati rangkaian ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang begitu menguras tenaga serta pikiran. Rasa puas juga dialami pihak sekolah karena bisa menyelenggarakan empat hari UNBK dengan sukses.

Sepanjang jalannya UNBK, salah satu masalah klasih yang juga banyak dialami sekolah lainnya, terjadi di MA Syarifuddin. Listrik padam di hari pertama pelaksaan UNBK.

Namun kendala ini sudah diprediksi sekolah sejak beberapa jam sebelumnya. Informasi rencana pemadaman listrik oleh PLN Jember pada rute Jember-Lumajang karena rusaknya PLTU Paiton juga sampai ke MA Syarifuddin.

“Genset yang sudah kami siapkan langsung kami fungsikan begitu lampu padam. Alhamdulillah tidak sampai menghambat jalannya UNBK di sekolah kami,” kata Kepala MA, Syarifuddin Satuyar Mufid.

Satuyar menjelaskan, pihaknya sengaja menyiapkan sebagian besar sarana dan prasarana UNBK jauh hari untuk meminimalisir kemungkinan munculnya kendala saat hari-H. Menurutnya, sekolah itu sudah banyak belajar dari pelaksanaan UNBK periode-periode sebelumnya. “MA Syarifuddin bukan baru pertama menyelenggarakan UNBK. Kami selalu melakukan evaluasi usai penyelenggaraan, apa saja yang perlu dibenahi untuk UNBK periode selanjutnya,” paparnya.

Peserta UNBK dari jurusan IPS secara kuantitatif menjadi yang terbanyak tahun ini. Dari 154 peserta yang mengisi daftar hadir, 94 diantaranya dari jurusan IPS. Sementara 60 peserta lainnya berasal dari jurusan IPA.

MA Syarifuddin menjadi satu lembaga pendidikan diantara jenjang pendidikan lainnya yang dimiliki Yayasan Syarifuddin, di Kecamatan Kedungjajang, Lumajang. Yayasan ini juga memiliki jenjang perguruan tinggi, Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS), yang separuh mahasiswanya berasal dari lulusan MA dan SMK syarifuddin. (jr/ram/was/das/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.