Sempat Ditolak, Pernikahan Dini di Bantaeng Tetap Bakal Digelar Karena Ini


FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Belakangan ini jagad maya dihebohkan dengan pernikahan dini sepasang kekasih di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Tak segan-segan, dua siswa yang masih duduk di bangku SMP ini mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) setempat untuk melakukan pendaftaran nikah.Keduanya memilih menikah muda dengan usia calon pengantin (catin) laki-laki usia 15 tahun berinisial SY dan perempuan usia 14 tahun berinisial FA. Saat tiba di KUA, mereka sempat mendapat penolakan dikarenakan usia kedua pasangan tersebut belum cukup umur.Pihak KUA setempat sempat heran dari pengakuan siswa tersebut,”Ini pertama kalinya saya dapat ada calon pengantin muda, biasanya di atas yang dipersyaratkan,” ujar Penghulu Konfensional KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat via rilis, Sabtu (13/4/18) lalu.Karena usianya yang belum memenuhi syarat itu, kata Syarif, pihak KUA setempat sempat menolak dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan catatan).Lantas bagaimana dengan aturan menikah muda untuk usia muda. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 pasal 2 ayat 2 tahun 1974 tentang perkawinan itu berbunyi: Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.Kemudian dipertegas dalam undang-undang yang sama pada pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita telah mencapai usia 16 tahun.Namun jika masih belum cukup umur, pada pasal 7 ayat 2 menjelaskan bahwa perkawinan dapat disahkan dengan meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...