Spanduk AHY di Jogja Sebagai Capres, Demokrat Tak tertarik ke Gatot Nurmantyo – FAJAR –
Pilpres 2019

Spanduk AHY di Jogja Sebagai Capres, Demokrat Tak tertarik ke Gatot Nurmantyo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini, elektabilitas mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terus naik mengejar Prabowo Subainto dan Joko Widodo sebagai calon Presiden di Pilpres 2019.

Dalam kurun waktu satu hulan, elektabilitas Gatot naik 5 persen. Artinya, Gatot dipastikan bakal menjadi kuda hitam di Pilpres 2019. Namun, hal itu tidak menjadi ukuran buat Partai Demokrat untuk mengusung Gatot di Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo menuturkan, naiknya elektabilitas Gatot Nurmantyo adalah satu kewajaran karena dulu saat masih menjabat Panglima TNI, dirinya tidak secara langsung mengatakan siap menjadi calon Presiden, tetapi memiliki keterangan yang sangat bagus, dan kini secara langsung sudah mengatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Presiden.

“Soal naiknya nama Pak Gatot kita lihat itu wajar, Kan dulu beliau belum menyatakan maju sebagai Capres, sekarang ada kendala siapa perahu yang akan dukung, tiket belum dapet, hitungan tak beri komentar untuk partai lain, tak punya hak intervensi ke mana,” kata Roy Surya di Gedung DPR RI, Selasa (17/4).

Lanjut Roy Suryo, meski Gatot Nurmantyo memiliki elektabilitas yang cukup baik, tetapi Partai Demokrat tidak memiliki ketertarikan untuk mengusungnya, karena partai berlambang Mercy itu lebih mengutamakan kader partai dan saat ini sudah ada beberapa nama kader yang siap maju sebagai Capres maupun Cawapres nanti.

“Terus terang kami mengedepankan kader internal resmi, Gatot hubungan baik dengan Pak SBY tak bisa ditutup. Apa guna Parpol kalau tak bisa usung kader sendiri, dan kemudian selalu gunakan outsourcer,” ucapnya.

Saat disinggung soal nama Agus Harimurty Yudhoyono, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di kabinet SBY itu mengakui, saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin muda dan itu sudah mendapat dukungan dari akar rumput partai di berbagai daerah. Namun, partai besutan SBY itu menyadari diri kalau posisi mereka tidak bisa mencalonkan AHY sendiri tanpa ada dukungan dari partai lain.

“Ada sudah dan clear. Di mana-mana akar rumput kami ingin AHY maju, seperti Jogja sudah ada spanduk AHY Caprws 2019. Kami tahu diri, kami tahu perhitungan suara hanya 10 persen tak bisa sendiri, kami realistis, kalau AHY bisa RI 2 itu sudah baik. Semua kemungkinan bagus tak mesti ke Jokowi atau Prabowo, bisa juga RI 2 lain. Ada keinginan RI 1 maju seperti Pak Gatot elektabilitas meningkat bisa jadi kemungkinan masih ada timeline pendek,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!