Lha, Kok Bisa Bensin Diperjual Belikan Secara Bebas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Ramai-ramai membuka usaha bensin eceran ala pom bensin mini, Pemko Banjarbaru menyebut bisnis tersebut tak berizin. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, Fahrudin mengaku sepengatahuannya belum pernah ada rekomendasi secara tertulis dari pihak Pertamina.

“Setahu saya, belum ada izin resmi. Ya, kasusnya sama seperti bensin-bensin eceran pinggiran jalan,” kata Fahrudin, kemarin (16/3) kepada Radar Banjarmasin. Meski demikian, ia tak enak hati juga mengganggu usaha-usaha milik masyarakat kecil Kota Banjarbaru. Walhasil, usaha-usaha jenis ini masih bertahan hingga sekarang. Laiknya kota-kota lainnya di Kalsel.

Selain itu, Fahrudin juga masih memikir-mikir dengan imbas apabila usaha-usaha jenis ini masih dihentikan begitu saja. “Misal saja, pom bensin di Kota Banjarbaru terbatas. Sementara, tiba-tiba habis bensin di jalanan, susah juga kalau begitu,” ujarnya.

Ia berharap pihak Pertamina melakukan pembinaan dengan pihak pengecer, apalagi yang mengemasnya dengan konsep SPBU mini. “Standar-standar SPBU harus disesuaikan. Tetapi, tinggal kebijakan Pertamina saja lagi,” tandas Fahrudin.

Sementara itu, menurut Area Manager Communication and Relation Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova keberadaan Pertamini memang bukan resmi dari pihak perusahaan pelat merah penyedia BBM tersebut.

“Kami jawab, sub pengecer resmi dari pihak Pertamina sampai saat ini tidak ada,” tegasnya. Walhasil, usaha-usaha Pertamini dan bensin eceran pinggiran hanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Sub penyalur yang dimaksud Alicia sudah diatur gamblang dalam Pasal 1 angka 7 Peraturan BPH Migas 6/2015. Dalam aturan tersebut,  koperasi, usaha kecil, maupun sekelompok konsumen dapat mengajukan sebagai pengecer resmi kepada pihak Pertamina yang ingin menjalankan usaha penjualan BBM di daerah-daerah tertentu. (dom/al/bin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...