Menghindar dari Sepeda, Suami Istri Malah Merenggang Nyawa dalam Mobil

Rabu, 18 April 2018 - 09:45 WIB

FAJAR.CO.ID- Tragedi maut membuat nyawa Rahimulyakin dan Indah Astuti melayang. Sepasang suami istri ini dipisahkan ajal lewat insiden mobil versus sepeda BMX yang terjadi di Jalan Caraka, Landasan Ulin, kemarin (16/4) siang. Rahim berpulang terlebih dulu. Indah menyusulnya kemudian.

Membawa mobil Toyota Avanza hitam dengan nomor polisi DA 9125 NK, Rahimulyakin membawa serta istrinya pulang dari Marabahan, Barito Kuala ke rumah mereka di Amaco, Banjarbaru.

Tadinya, perjalanan lancar-lancar saja. Tetapi, tepat di Jalan Caraka, seorang anak sekolah tiba-tiba melintas di hadapan mobil yang dikemudikan sepasang suami istri tersebut.

Anak SD yang tiba-tiba memotong jalan itu membuat Rahim kaget. Dia langsung membanting setir ke kiri. “Tapi masih terkena. sopir malah masuk parit dan mobilnya terjungkal,” tutur Relawan Landu Rescue, Muhammad Laili Mansyur kepada Radar Banjarmasin.

Insiden itu berujung meninggalnya Rahim di tempat kejadian. Istrinya, mengalami patah tulang parah. Relawan emergency yang tiba di lokasi kejadian kemudian bersama warga setempat membawanya menuju RS Idaman Kota Banjarbaru.

Tuhan memiliki rencana sendiri. Tak berselang lama begitu tiba di rumah sakit, Indah juga meninggal dunia.

Rahimulyakin tercatat sebagai pejabat eselon II Kabupaten Barito Kuala. Dia adalah Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Batola.

Kepala Bagian Humas Setdako Batola, Hery Sasmita membeberkan jika Rahim sosok yang cerdas dan bertanggung jawab. “Belia sosok yang aktif di mana pun bertugas. saya baru saja mendarat dari Jakarta menuju rumah duka di Kompleks Amaco Banjarbaru,” ujarnya saat dihubungi.

Dijelaskan Hery, sebelum memegang jabatan tinggi, karir politik Rahimulyakin tak melejit begitu saja. Dari menjadi kepala seksi hingga menjadi kepala dinas dan berujung hingga staf ahli.

Tak cuma sang suami, Indah Astuti juga diketahui juga pernah menjalani karier politik di Dinas Pertanian Provinsi Kalsel. Namun, sudah dinyatakan pensiun oleh Pemprov Kalsel. Dirinya merupakan Alumni Fakultas Pertanian ULM tahun angkatan 1978. Dari data yang dihimpun oleh Radar Banjarmasin, sepasang suami istri ini meninggalkan anak bernama Indra Ihsan Farodi. (dom/eka/ay/ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *