Ngamuk Tiga Jam, Api Ratakan Pertokoan

Rabu, 18 April 2018 - 08:00 WIB

FAJAR.CO.ID, SENDAWAR Kebakaran hebat melanda Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar), Senin (16/4) dini hari. Rumah pejabat dan sejumlah orang penting di kabupaten ini ikut ludes. Yakni, salah satu rumah milik Wakil Bupati (Wabup) Kubar Edyanto Arkan, rumah orangtua mantan Wabup Kubar Didik Effendi, dan rumah sekaligus penginapan orangtua anggota DPRD Kubar, Mulyadi Effendi. Lokasinya satu jalur di Jalan Kapten Piere Tendean, Melak.

Kebakaran dini hari kemarin itu melahap pusat perekonomian dan permukiman yang kebanyakan berkonstruksi kayu. Api mengamuk sekitar 3,5 jam. Sejak pukul 24.00 Wita. Data hingga kemarin yang diterima media ini, 23 rumah terbakar. Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) atau 60 jiwa kehilangan tempat tinggal. Tak ada korban jiwa dari musibah itu. Kerugian ditaksir Rp 5 miliar. Bangunan yang terbakar sebagian besar toko sembako, toko barang elektronik, toko buku, rumah makan, penginapan, dan rumah penduduk.

Ketua RT 1, Kelurahan Melak Ulu, Budi, menjelaskan dari 23 rumah yang hangus, 11 rumah berada di RT 1, Jalan Piere Tendean. Belasan bangunan itu dihuni 8 KK atau 38 jiwa. Dari 11 rumah itu terdiri 10 rumah terbakar dan 1 rumah terpaksa dibongkar paksa. “Rumah yang dibongkar milik Baharudin. Terpaksa dihancurkan agar api tidak terus meluas,” kata Budi.

Di Jalan Akhmad Yani, kata Ketua RT 2, Melak Ulu Suryadinata, 12 rumah terbakar meliputi 9 KK atau 22 jiwa. Dari 12 rumah itu, 10 bangunan terbakar dan 2 rumah dibongkar. Bangunan yang dibongkar milik Arnani Neng dan Agus Wijaya. “Material bangunan yang sudah dibongkar juga ikut terbakar karena api terus membesar,” terangnya.

Dari pantauan media ini, Wabup Edyanto Arkan, anggota DPRD Kubar Mulyadi Effendi, Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rakhmat, dan Camat Melak Muhammad Japar turun ke lokasi musibah. “Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 Wita. Ini berkat bantuan 4 mobil pemadam kebakaran (PMK) Pemkab Kubar, 2 mobil PMK dari Dirjen Perhubungan Udara Bandara Melak Kubar, dan 1 mobil water canon milik Polres Kubar. Serta puluhan pompa air milik warga turut membantu.

“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan masyarakat, kepolisian, TNI, dan personel PMK yang sudah bahu-membahu memadamkan api. Semoga kerja sama ini terus terjalin ke depannya,” harap M Japar.

Menurut sumber di kepolisian, asal api diduga dari penginapan RA. Dua warga juga sudah dimintai keterangan sebagai saksi oleh Polsek Melak. Yakni, berinisial SW (48), warga Jalan HM Ardan, Kelurahan Melak Ulu. Kemudian, AS (57), warga Kelurahan Melak Ilir. Pemicu kebakaran juga masih menjadi penyelidikan pihak kepolisian. Kapolsek Melak AKP Djoko Purwanto saat dikonfirmasi media ini, belum dapat memberikan keterangan.

Sementara itu, keterangan dari Gian, warga RT 1, Kelurahan Melak Ulu, menyebut asal api diduga dari  dapur penginapan RA, sekira pukul 24.00 Wita. “Terus api menyebar ke arah kiri dan kanan rumah,” kata Gian. Saat melihat kebakaran itu, dengan spontan dia berteriak. “Saya turun tangga rumah dan berlari ke badan jalan berteriak kebakaran-kebakaran. Kondisi saat itu, memang lagi sepi. Karena warga kebanyakan sudah tertidur,” ungkapnya.

Kemarin Wabup kembali ke lokasi kebakaran. Dia mengingatkan kepada jajarannya agar warga yang terkena musibah kebakaran dan ingin mengurus surat menyurat terbakar agar diberikan prioritas dan kemudahan. “Baik membuat berupa surat keterangan dari kepolisian, ijazah sekolah, KTP, KK, dan lainnya,” terangnya. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang turut membantu memadamkan api. Sekaligus membantu korban kebakaran menyelamatkan barang-barang mereka. (rud/far/k8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.