Pandangan Pengamat soal Aset Sitaan dan Penahanan Bos Abu Tours

FAJAR.CO.ID -- Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terus melakukan penelusuran aset tersangka bos Abu Tours Hamzah Mamba terkait kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang puluhan ribu jemaah umrah. Berbagai aset yang disita baik yang bergerak maupun bergerak itu dari sejumlah daerah, direncanakan Polda akan dilelang untuk menggantikan seluruh kerugian jamaah yang mencapai Rp 1,8 triliun.

Hanya saja, untuk melelang aset itu, Polda menunggu keputusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Makassar.

Hasil taksiran Polda, aset tersangka Hamzah Mamba yang disita berkisar Rp 150 miliar. Total itu masih sangat jauh dari kerugian yang menimpa 80 ribu lebih jamaah yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Pidana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Hambali Thalib mengatakan, sikap tegas Polda yang langsung menahan tersangka Hamzah Mamba merupakan langkah tepat. Prof Hambali lebih menekankan terkait substansi perkara ini, khususnya aset milik Hamzah Mamba yang saat ini disita Polda.

"Prosedur hukumnya saya rasa sudah tepat. Yang jadi persoalan adalah kalau disita itu dijaga untuk dipindah tangankan saja. Belum bisa dilelang sebelum ada putusan, kalau dari aspek pertanggungjawaban pidananya. Kecuali ada gugatan perdata yang mendahului putusan pidana yang menyatakan bahwa masyarakat atau pihak dirugikan dikabulkan gugatannya," katanya, Selasa (17/4).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...