Polisi Buru Peredaran Miras Oplosan hingga ke Daerah-daerah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Maraknya kasus peredaran minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan puluhan orang di sejumlah daerah membuat Kepolisian Resort (Polres) Samarinda meningkatkan kewaspadaan. Dalam waktu dekat pihak kepolisian akan menggelar razia terkait miras oplosan.

“Oleh karena itu kepolisian sesuai kalender Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, Red.) akan melakukan cipta kondisi. Kami akan razia miras,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto di kantor Polres Samarinda, Minggu (15/4) kemarin.

Kepolisian, kata Agus, akan mengerahkan segenap komponen yang ada dalam mengantisipasi fenomena miras oplosan di masyarakat. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang merupakan unsur kepolisian paling dekat dengan masyarakat juga akan dikerahkan sebagai ujung tombak.

Kendati demikian, lanjut Agus, polisi juga tidak bisa bergerak sendiri. Menurut dia, diperlukan kerja sama dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan kepedulian masyarakat itu sendiri untuk mengantisipasi adanya peredaran miras oplosan.

“Selain dilarang oleh agama dan haram hukumnya, miras juga sangat membahayakan jiwa manusia. Maka dari itu hal tersebut harus dijauhi,” serunya.

Kata dia, apapun bentuk dan merek dari miras, wajib dijauhi oleh masyarakat. Apalagi mengonsumsi miras tidak sesuai dengan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, mengonsumsi apalagi menjualnya secara ilegal, maka yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Itu kan (miras, Red.) budaya orang yang kedinginan. Kita kan sudah tidak dingin. Panas pakai miras pula jadi emosi belum lagi nge-fly nyopir motor atau mobil, jadinya bisa tabrakan,” ujar Agus.

Dia menambahkan, polisi juga meminta agar para orang tua menjaga aktivitas putra-putrinya. Terlebih, untuk anak-anak yang kerap keluar pada malam hari. Menurutnya peran orang tua cukup sentral dalam mencegah para remaja agar tidak menjadi korban miras oplosan.

“Ini merupakan wake up call bagi kita semua. Seluruh lembaga dan komponen masyarakat harus bisa bahu-membahu dalam memerangi penggunaan miras,” tutup. (*/aj)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...