Serius UNBK Susulan Walau Hanya Satu Peserta

Rabu, 18 April 2018 - 23:40 WIB
Shobiran, saat mengikuti ujian susulan di ruang komputer SMAN 2 Pare. (Foto: RAMADANI WAHYU /Radar Kediri)

FAJAR.CO.ID — Hanya satu siswa saja yang berada di ruang ujian SMA Negeri 2 Pare, Kediri, kemarin (17/4/2018). Dia adalah siswa yang harus mengikuti ujian susulan.

Saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) beberapa hari lalu sang siswa berhalangan.

Sama seperti pelaksanaan ujian reguler yang diikuti puluhan siswa per kelasnya, persiapan untuk pelaksanaan ujian susulan itu tetap saja menyita waktu.

“Meskipun yang ujian hanya satu orang tapi persiapannya tetap sama. Sinkronisasi juga sama, seperti halnya ujian diikuti 40 siswa,” jelas Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMAN 2 Pare Hari Budianto.

Pihak sekolah, menurut Hari, sangat matang mempersiapkan ujian susulan. Mulai dari penyediaan internet berkekuatan 50 megabytes (MB) ke laboratorium komputer tempat lokasi ujian berlangsung, walaupun yang menggunakan hanya satu orang. Juga, ada 10 MB lagi yang dialirkan ke ruang tata usaha (TU). Selain itu, proses sinkronisasi dilakukan malam hari sebelum ujian, atau Senin (16/4) malam.

Selain itu, ada tiga orang yang hadir mendampingi siswa yang ikut ujian susulan. Satu orang pengawas, satu orang proktor, dan satu orang teknisi. Sedangkan yang ikut ujian susulan kemarin adalah Muhammad Shobiran, siswa kelas XII jurusan IPA.

Karena sendirian, Shobiran terlihat tegang. Walaupun demikian, dia ternyata sudah keluar ruangan setengah jam sebelum waktu UNBK selesai. Sesuai jadwal, UNBK susulan berlangsung mulai pukul 07.30 dan selesai pukul 09.30.

Siswa yang mengaku ingin melanjutkan ke Universitas Indonesia (UI) ini mengakui bila dia tegang selama pelaksanaan ujian susulan. Namun, dia juga mengaku lebih fokus karena mengerjakan soal seorang diri. Soal ujian bahasa Indonesia bisa dikerjakan dengan lancar. “Lumayan mudah soalnya,” aku Shobiran.

Shobiran tak mengikuti UNBK reguler karena sakit. Dia didiagnosis terkena typus. Dan harus opname di rumah sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri. “Pas tanggal 9 itu saya masih lemas jadi harus istirahat di rumah selepas opname,” aku Shobiran.

Ujian susulan juga berlangsung di SMAN 5 Kota Kediri. Pesertanya adalah Dwi Novia Rachmawati. Siswa ini juga sakit saat pelaksanaan UNBK reguler. Dia menjalani rawat inap di RS Ratih.

“Berdasar surat keterangan dari dokter bahwa dia harus opname itulah dia diperbolehkan ikut UNBK susulan ini,” jelas Kepala SMAN 5 Eko Agus Suwandi.

Novia sebenarnya baru dinyatakan sembuh Senin (16/4). Kemarin, Novia pun mengikuti ujian susulan di sekolah dengan diantar oleh ibunya.

Eko menjelaskan, pihak sekolah sudah mengantisipasi seandainya Novia belum sembuh hingga pelaksanaan ujian susulan. Mereka sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Pihak sekolah pun sudah mempersiapkan diri untuk memboyong server dan laptop ke rumah sakit. Itu bila Novia belum juga sembuh saat pelaksanaan ujian susulan.

“Namun karena sudah dinyatakan sembuh akhirnya hari ini (kemarin, Red) dia ujian di sekolah,” ungkapnya.

Saat ujian susulan kemarin, Novia dijaga oleh tim lengkap. Terdiri dari proktor, guru pengawas, dan teknisi. Menurut Eko walaupun ujian susulan namun teknis ujian tetap sama dengan UNBK reguler. Mulai dari sinkronisasi server oleh proktornya, membuat berita acara, laporan hingga upload hasil ujian. “Alhamdulillah untuk ujian hari ini cukup lancar. Karena Novia tidak ikut UNBK empat hari dulu. Kali ini dia harus ikut dua hari ujian dengan empat mata pelajaran sekaligus,” terang Eko.

Kasi Pendidikan SMA dan SMK Cabdispendik Jatim wilayah Kediri Sidik Purnomo menerangkan bahwa untuk ujian susulan ini ada 13 siswa yang mengikuti. Baik dari wilayah Kota maupun Kabupaten Kediri. Rinciannya, 6 siswa dari siswa SMA/MA dan 7 siswa dari SMK. Yang mengikuti ujian susulan secara penuh sebanyak 6 siswa. “Tidak jarang ada siswa yang mengikuti UNBK beberapa mapel karena ada halangan mendadak,” ungkapnya.

Di SMKN 3 Kediri misalnya. Kemarin ada peserta ujian susulan hanya bahasa Indonesia dan matematika saja. Sedangkan untuk jadwal hari ini, bahasa Inggris dan teori kejuran, dia tidak ikut. Karena sudah ujian reguler. “Dulu dia jelang ujian kecelakaan. Namun dua hari, Rabu (11/4) dan Kamis (12/4) sudah bisa ikut ujian,” terang Sidik.

Menurut Sidik, semua siswa yang terdaftar ikut ujian susulan masuk seluruhnya. Seandainya ada yang tidak datang di ujian susulan, otomatis dinyatakan tidak lulus. Karena salah satu syarat lulus sekolah adalah kehadiran di UNBK. “Langsung tidak lulus karena setelah ini tidak ada UNBK susulan lagi,” tegas Sidik. (rk/*/fiz/die/JPR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *