Dikatai Bakal Bubar, PPP Balas Sebut Wasekjen PKB Mirip Dukun

Kamis, 19 April 2018 - 04:07 WIB
Sekjen DPP PPP, Asrul Sani. (Foto: JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Pernyataan anak buah Cak Imin, yang menyebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal bubar jika tidak bergabung dengan koalisi Jokowi, dibantah tegas oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani.

Arsul menegaskan, orang PKB itu seperti cenayang yang bisa memprediksi partai berlogo Kabah ini bakal bubar. Tangan Kanan Romahurmuziy di PPP itu menilai, apa yang disampaikan oleh PKB tidak etis karena mengomentari partai lain.

“Pak Jazilul (Wasekjen PKB, red) seperti dukun saja bisa memprediksi bubar atau tidak suatu partai,” ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

‎Menurut Anggota Komisi III DPR ini lebih baik PKB fokus bekerja menjadikan ketua umumnya Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Jokowi. Termasuk mempersiapkan diri apabila tidak dipilih Jokowi menjadi cawapres di Pilpres 2019.

“Ya lebih baik mempersiapkan diri kalau nanti tidak dipilih. Kan katanya nanti patah hati kalau tidak dipilih,” katanya.

‎Sebelumnya, Wasekjen PKB Jazilul Fawaid mengatakan dukungan PPP ke Jokowi ini hanya murni untuk mempertahankan‎ partai yang dikomandoi oleh Romahurmuziy ini supaya tidak bubar.

“Jadi Pak Romahumuziy enggak ada cara lain kecuali bersama Jokowi. Kalau engga bubar itu PPP. Bisa bubar itu,” ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Anggota Komisi III DPR ini menduga, PPP merapat ke Jokowi di Pilpres 2019 karena ingin bisa lolos ambang batas parlemen. Sehingga ada keuntungan yang diambil.

Menurut Jazilul, PKB lebih unggul dari PPP. Karena untuk urusan keagamaan PKB selalu diajak bicara oleh Jokowi‎. Ini berbeda dengan PPP yang mengaku sering bertemu Jokowi.

“Pak Rommy itu tidak bicara isu-isu ke-Islaman, setahu saya Pak Rommy hanya selfie-selfie bersama presiden,” ungkapnya. (gwn/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *