Kementan akan Sikat Perusahaan yang Lakukan Kartel Bawang Putih

Kamis, 19 April 2018 - 09:37 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dirjen Hortikuktura Kementrian Pertanian (kementan), Prihasto Setyanto mengatakan, akan mengevaluasi 13 importir bawang putih yang sudah mendapat rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) dan sertifikat petani indonesia (SPI). Dalam evaluasi itu apabila terbukti melakukan kartel, Kementan tidak segan-segan mem-blacklist perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kementrian Pertanian tidak segan melakukan blacklist terhadap perusahaan perusahaan yang menyulitkan kehidupan rakyat Indonesia,” kata Prihasto Setyanto di Jakarta (19/4).

Menurutnya, harga bawang putih di China hanya berkisar Rp 8000/kg, jika ditambah dengan biaya sortir dan biaya pengiriman ke Indonesia, maka total Rp 10.000/kg. Harga tersebut dinilainya sangat tidak masuk akal.

“Ini apa apaan? Bisa dibayangkan impor setahun 450.000 ton dan harga bawang putih Rp 40.000/kg, untungnya bisa Rp 13.5 triliun. Sangat fantastis tidak wajar,” bebernya.

Setyanto memastikan, Kementan akan melakukan verifikasi ketat terhadap wajib tanam dari 13 importir yang sudah melakukan importasi bawang putih, apabila tidak dilakukan sesuai komitmen, akan dihentikan ijin rekomendasi impornya.

Dalam rangka menghentikan kegiatan kartel di komoditas bawang putih, Kementan akan menggaet pengusaha lokal dan BUMD untuk ikut terlibat dalam importasi bawang putih.

“Saat ini komunikasi dengan pengusaha lokal sudah dilakukan secara intensif dan sudah banyak yang berminat untuk importasi ini” jelasnya.

Setyanto mengatakan, saat ini luas tambah tanam bawang putih tahun 2017-2018 sudah mencapai 14 ribu hektare, atau meningkat hampir 700 persen dibanding kondisi eksisting. “Kami tidak main main terhadap upaya mencapai swasembada bawang putih 2021” imbuhnya.

Setyanto menambahkan, Kementan juga mengapresiasi dan mendukung penuh Komisi III DPR-RI yang menginginkan untuk membubarkan kartel bawang putih.

“Kementan mendukung penuh DPR RI dan kami bekerjasama intensif dengan Satgas Pangan menghentikan praktek kartel bawang putih ini,” pungkas pria yang akrab disapa Anton ini.

Terkait dengan perbaikan di Internal organisasi Kementan, Anton memastikan sikap tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap aparaturnya dari tindak korupsi dan kolusi juga sangat tegas.

“Mentan telah memberhentikan lebih dari 1200 pejabat di lingkup Kementan yang dianggap tidak cakap, bahkan ada beberapa pejabat yang dipecat oleh Menteri karena korupsi dan kolusi,” ungkapnya.

(rls/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.