Meski Proyek Kereta di Coret Pemerintah Pusat, Pemda Tetap Santai

Kamis, 19 April 2018 - 22:02 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Pencoretan pembangunan rel kereta api di Kaltim dari proyek strategis nasional (PSN) oleh pemerintah pusat sama sekali tak berpengaruh bagi provinsi ini untuk melanjutkan proyek tersebut. Pemprov Kaltim menegaskan, proyek yang dicoret oleh pusat adalah satu hal yang berbeda dengan proyek sepur yang sedang berjalan.

Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim Tri Murti Rahayu mengatakan, proyek rel kereta api di Kaltim ada dua. Pertama kerja sama antara Pemprov Kaltim dengan Rusia dan proyek rel kereta api yang direncanakan oleh pemerintah pusat. “Jadi, yang dicoret itu adalah proyek yang direncanakan pemerintah pusat. Mesti dibedakan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, kemarin (18/4).

Tri menjelaskan, untuk proyek sepur kerja sama dengan Rusia tak terkena dampak dari pencoretan proyek kereta di Kaltim dari PSN. Adapun proyek kereta yang masuk PSN tersebut rencanakan dibiayai oleh APBN.

Dia melanjutkan, meski sama-sama pembangunan rel kereta api, keduanya memiliki perbedaan peruntukan. Proyek yang direncanakan pusat adalah rel kereta untuk penumpang. Sementara kerja sama Pemprov Kaltim dan Russian Railways untuk kereta api khusus yang mengangkut hasil sumber daya alam (SDA).

“Meski begitu, dalam praktiknya nanti kereta api yang akan melewati rel tersebut diusahakan bisa multipurpose. Agar bisa mengangkut penumpang selain hasil SDA,” ujarnya. Tentang kereta api multipurposetersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas PP Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian.

Nah, untuk kerja sama dengan Russian Railways, murni penanaman modal asing (PMA). “Dan sudah dilaporkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” katanya. Karena itu, lanjut dia, meski proyek rel kereta api dicoret dari daftar PSN tak bakal berimbas ke kerja sama Pemprov Kaltim tersebut.

Tri menuturkan, isu yang beredar bahwa proyek rel kereta api di Kaltim dihentikan membuat cemas orangtua mahasiswa Kaltim yang kini menempuh pendidikan di Rusia. Mereka dibiayai beasiswa yang dikucurkan dari program beasiswa Kaltim Cemerlang dan Russian Railways.

Kaltim Cemerlang membiayai biaya hidup, sementara biaya pendidikan ditanggung BUMN milik Rusia itu. Saat para mahasiswa tadi kembali ke Tanah Air, mereka akan bekerja di sektor perkeretaapian Kaltim. “Saking para orangtua cemas nasib anak mereka setelah lulus, banyak dari mereka yang menanyakan kepada saya,” beber Tri.

Pembangunan rel kereta api terbagi dua, yakni jalur selatan dari Penajam Paser Utara (PPU) ke Kutai Barat dan rencananya diteruskan ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Sementara jalur utara dimulai dari Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Bengalon, Kutai Timur.

Sementara itu, Head of Regional Corporate Affair PT Kereta Api Borneo Yadi Sabiannor sebagai perwakilan Russian Railways di Kaltim turut mengklarifikasi terkait peletakan batu pertama proyek rel kereta api di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutim, Desember 2016 lalu, oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Yadi mengungkapkan, PT KAB tak ada sangkut paut dengan peletakan batu pertama tersebut. Proyek rel kereta yang telah di-groundbreaking itu merupakan investasi dari investor asal Rusia lainnya, Blackspace, melalui anak perusahaan, PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI).

Adapun jumlah dana yang diinvestasikan PT KAB untuk proyek rel kereta api di Kaltim mencapai USD 44,11 juta. Dana itu mencakup survei, fisik sisi darat, modal kerja, dan lainnya. Dana tersebut di luar biaya lahan yang sudah dibebaskan seluas 74 hektare. “Dari rencana 142 hektare yang akan dibebaskan,” jelasnya. Pembebasan lahan tak akan membebani APBD dan APBN.

Ditemui terpisah, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar menyebut, proyek pembangunan jalur kereta yang dikerjakan PT KAB tidak dihentikan. Menurut dia, proyek tersebut memang tidak masuk proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sebab, belum menerima informasi yang jelas, dia menduga, proyek yang dihentikan adalah rencana pembangunan kereta api Trans Kalimantan. Yang akan menghubungkan wilayah Kaltim dan Kalsel. Dengan Rute Tabalong (Tanjung) di Kalsel hingga Samarinda di Kaltim. Sedangkan proyek PT KAB di PPU itu jalurnya, dari kabupatennya ke Kutai Barat.

Menurut dia, pertemuan dengan investor yang akan membangun jalur kereta api sudah dia lakukan pekan lalu. Pemkab PPU berupaya mendukung dengan maksimal pada proyek yang akan dikerjakan oleh anak perusahaan PT Russian Railways itu. Termasuk pengurusan masalah perizinan.

Namun, di areal yang akan dibangunkan jalur kereta api itu, masih ada permasalahan kepemilikan lahan. Pihaknya berupaya memfasilitasi investor dan pemilik lahan yang bermasalah tersebut. “Jadi, investor Rusia maunya lahan klir dulu. Baru lanjut. Karena ada tumpang tindih tanah milik Perusda (Benuo Taka) sama PT Rabbani yang harus diselesaikan,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihak investor juga tahap penyusunan dokumen perencanaan pembangunan rel kereta api batu bara. Termasuk dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). “Jadi, proyek kereta api masih tetap jalan,” terang bupati PPU dua periode itu.

Ditemui terpisah, Kepala Bagian Pembangunan (Kabag) Pembangunan Setkab PPU Nicko Herlambang menjelaskan, di PPU memang masuk perencanaan pembangunan dua jalur rel kereta api. Pembangunan rel kereta api khusus penumpang dari Kabupaten Tabalong di Kalsel menuju Samarinda dengan melewati PPU, dan proyek rel kereta api khusus batu bara.

Untuk rencana pembangunan rel kereta api penumpang, akan dibiayai APBN. Sementara pembangunan rel kereta api batu bara akan ditanggung sepenuhnya oleh investor PT KAB. Proyek rel kereta api penumpang itu, diketahui telah melalui beberapa tahapan tahun lalu. Seperti feasibility study (FS) atau uji kelayakan, lalu tahap perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), trase, dan detail engineering design (DED).

Namun, setelah itu, tak terdengar lagi gaungnya. “Kalau itu yang dicoret ya wajar saja. Karena menggunakan APBN. Artinya tidak bisa terselesaikan pada era kepemimpinan presiden saat ini. Tapi kalau kereta api batu bara, dibiayai oleh swasta dan bukan PSN,” terangnya.

Nicko menuturkan, proyek pembangunan rel kereta api penumpang itu akan terkoneksi dengan Jembatan Pulau Balang, yang masuk PSN. Dengan dua stasiun yang berlokasi di PPU. Yakni, di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, dan lainnya berada di pintu masuk Jembatan Pulau Balang di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku. Akses itu untuk menghubungkan ke wilayah Balikpapan. Panjang rel kereta Trans Kalimantan itu pun mencapai ratusan kilometer.

“Jadi, yang dicoret itu proyeknya Pak Jokowi. Kalau proyek (kereta) swasta, sudah di-groundbreaking sama-sama dengan pengembangan Jembatan Pulau Balang, Kawasan Industri Buluminung, sama Tol Balikpapan-Samarinda,” paparnya.

Bupati Kutim Ismunandar turut menanggapi batalnya proyek kereta di Benua Etam. Menurut dia, sepanjang investor siap membangun, tak akan berpengaruh dengan keputusan pemerintah yang menghapus dari PSN. “Kalau ada investor, proyek lanjut,” jelas pria yang akrab disapa Ismu itu.

Pemkab Kutim, kata dia, tak terlalu ambil pusing. Pihaknya menilai, proyek rel kereta itu menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. “Ini menyangkut lintas-wilayah, pemprov yang tangani,” terangnya.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah sengaja mencoret proyek kereta api di Kaltim karena tidak ada investor yang tertarik. “Tidak ada investasi yang masuk,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (*/kip/mon/*/fch/adv/rom/k8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.