Prof Andalan Bermodal Hasil Kerja Nyata, Bukan Pencitraan

Kamis, 19 April 2018 - 18:00 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Prof Andalan, pasangan kandidat nomor 3 di Pilkada Sulsel, maju mengikuti Pilkada Sulsel dan Debat Kandidat putaran kedua dengan modal kerja nyata.

Kabupaten Bantaeng yang jauh lebih maju dan dikenal di seluruh Indonesia dibanding daerah lain di Sulsel menjadi bukti nyata kinerja Bupati Prof Nurdin Abdullah.

“Prof Nurdin Abdullah maju di Pilkada Sulsel dan Debat Kandidat putaran kedua malam ini dengan modal kerja nyata di Kabupaten Bantaeng yang hasilnya bisa dilihat masyarakat di Sulsel dan seluruh Indonesia,” kata Haeruddin Noorman, juru bicara Tim Pemenangan Prof Andalan, di Makassar, Kamis (19/4/2018).

Menurut Elu panggilan akrabnya, Kabupaten Bantaeng jauh lebih maju dibanding sebelum dipimpin Prof Nurdin dan itu fakta bukan hoax. Berkat kepemimpinan Bupati Prof Nurdin Abdullah selama dua periode.

Hasil kerja Prof Nurdin Abdullah di Bantaeng, menurut Elu, bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat. Sebut saja RSUD Anwar Makkatutu yang kini menjadi rumah sakit rujukan laiknya RSUD Haji dan RSUD Labuang Baji di Makassar.

Termasuk adanya fasilitas ambulan canggih dan gratis 24 jam nonstop yang melayani seluruh warga Bantaeng.

“Belum tentu kabupaten atau kota di Pulau Jawa sekalipun yang punya fasilitas ambulan gratis dan mau menjemput orang sakit di rumahnya,” kata Elu.

Tak hanya itu, Bantaeng yang dulu selalu terendam banjir, sekarang sudah terbebas dari banjir. Belum lagi keberadaan Pantai Seruni yang menjadi obyek tujuan wisata bagi warga setempat dan bahkan warga Makassar dan Sulsel lainnya.

Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah juga membuktikan mampu menciptakan bibit unggul padi dan hortikultura untuk ditanam oleh petani di Bantaeng. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Oleh sebab itu, Elu mengaku heran jika Prof Andalan dikabarkan hanya sekedar bermodal pencitraan untuk maju di Pilkada Sulsel 2018.

“Apa yang dilakukan Pak Prof bisa dilihat secara langsung oleh siapapun dengan datang ke Bantaeng. Jadi mengapa pula ada yang mengabarkan hanya bermodal pencitraan?” katanya sembari geleng kepala.

Menurut Elu, ada sekelompok orang yang berusaha mencari-cari kelemahan dan kekurangan di Bantaeng sebagai bahan kampanye hitam atau hoax untuk menurunkan simpati masyarakat kepada Prof Andalan.

“Mereka yang lakukan black campaign itu lupa bahwa masyarakat Sulsel sudah cerdas dan tidak mudah termakan kabar bohong. Saya yakin pasti masyarakat memilih melihat sendiri fakta dan hasil kerja nyata di Bantaeng,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.