Cinta Kandas, Remaja ini Pilih Mati Tergantung

Jumat, 20 April 2018 - 02:08 WIB

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA – Remaja dewasa ini semakin tak memiliki pikiran panjang dan kerap kali memilih jalan pintas. Sedikit sakit hati dan memutuskan mengakhiri hidup ketika hubungan asmara kandas. Bunuh diri dengan cara gantung diri selalu jadi pilihan utama. Hal itu pula dilakukan Muhammad Sain, warga Jalan Kecipir Perumahan Borneo Sejahtera Blok A.

Pemuda berusia 20 tahun itu berbuat nekat dan ditemukan tewas gantung diri di kamar tempat tinggalnya, Rabu (18/4). Aksi tak patut ditiru itu dilakukan oleh Sain diduga hanya karena jalinan cintanya putus. Jenazah pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya, Mulyadi (28). Posisi korban tergantung di kosen jendela menggunakan seutas tali nilon.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Wakapolres Kompol M Z Rofik di lokasi kejadian menyampaikan kematian Sain murni karena bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon digantung di kusen pintu. Posisi pertama ditemukan tegantung, masih menggunakan pakaian lengkap. Diduga aksi itu dilakukan karena persoalan asmara.

Pamen Polri ini mengatakan secara penyebab pasti aksi nekat tersebut masih belum diketahui, hanya masih dugaan. Namun pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan mengamankan barang bukti berupa tali, pakaian dan ponsel Sain di TKP.

“Yang menemukan pertama kakak kandungnya,bernama Mulyadi. Ketahuan korban gantu diri ketika mau diajak sarapan, ketika diketuk bermaksud membangunkan dari tidur, tidak dibuka. Ternyata sudah tergantung di kosen jendela, tak berapa lama langsung dilaporkan dan sudah olah TKP,” kata Rofik didampingi Kasat Reskrim AKP Harman Subarkah dan Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya.

Rofik membeberkan korban memang tinggal bersama kakak korban, bahkan tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB masih bersama-sama dan tidak ada indikasi untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Hingga pagi harinya malah ditemukan tergantung dengan posisi menghadap ke tembok dan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

”Intinya sementara masih pendalaman, termasuk soal asmara. Tetapi HP kita amankan dan coba kita dalami.Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali, berpikirlah sebelum bertindak dan jangan membuat keputusan sesaat. Saya berpesan jangan ada lagi bunuh diri dalam bentuk apapun di Kota Palangka Raya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, kakak korban, Mulyadi mengatakan sekitar pukul 7.00 WIB baru diketahui almarhum gantung diri di kamar belakang rumah milik mereka. Kematian korban hingga berbuat nekat diduga karena hubungan asmara.

Mulyadi mengatakan malam hari memang terdengar almarhum bertelponan dengan seorang wanita yang diduga pacar korban. Namun tidak menyangka aksi bunuh diri dilakukan oleh almarhum.

“Saya tidur di kamar berbeda dengan korban, nah usai telponan dengan wanita tidak tahu lagi. Baru pagi saya dan istri kaget, saat ingin membangunkan korban ditemukan gantung diri dengan seutas tali tambang kecil warna biru di jendala kamar,” ucap Mulyadi terlihat sedih.

Mulyadi menambahkan kalau di rumah tidak ada persoalan, tidak ada juga persolan yang diceritakan oleh almarhum baik terkait perkerjaan.

”Memang pacarnya ada telponan, saya tidak tahu apakah itu penyebabnya. Almarhum ini begawi buruh bongkar barang,” pungkasnya.

Pantauan Radar Palangka, aksi bunuh diri dilakukan Muahmmad Sain membuat kaget warga sekitar. Almarhum memang dikenal sebagai pekerja keras dan tidak sungkan membantu keluarga. Tim identifikasi pun sudah melakukan olah TKP dan jenazah sudah pula di bawa ke RSUD Dr Doris Slyvanus untuk diperiksa. Dipastikan kematian korban memang bunuh diri.

Aksi ini menjadikan kota Palangka Raya seakan terjangkit virus alias wabah bunuh diri. Dalam kurun waktu tiga bulan saja beberapa kali kasus bunuh diri terjadi di Palangka Raya. Penyebabnya mulai dari faktor ekonomi hingga persoalan asmara. (daq/vin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *