Ditanya Kapan Pemeriksaan Karen Agustiawan, Ini Kata Jaksa Agung

Jumat, 20 April 2018 - 15:57 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA, – Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan telah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyalagunaan investasi pada Pertamina di Blik Basker Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan negara Rp 568 miliar. Namun hingga kini Karen Agustiawan belum juga diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung.

Dikonfirmasi kapan penjadwalan pemeriksaan bekas orang nomor satu di Pertamina tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku belum mengetahuinya.

“tanya penyidik jangan tanya saya, soal soal teknis penyidik yang punya jadwal,” katanya di Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (20/4).

Menurutnya, tim penyidik yang menyusun jadwal atau agenda serta teknis pemeriksaan terhadap para saksi maupun tersangka dalam penanganan kasus dugaan korupsi, bukan Jaksa Agung.

“Penyidik yang punya agenda pemeriksaan dan sebagainya bukan jaksa agung,” tutupnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo membeberkan dugaan keterlibatan mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan dalam penyalagunaan investasi pada Pertamina di Blik Basker Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan negara Rp 568 miliar.

Karen Galaila Agustiawan kini sudah menyandang status sebagai tersangka di Kejaksaan Agung. “Jadi kasus ini ditangani sudah cukup lama dan kami sudah mendapatkan banyak barang bukti sebanyak mungkin tentunya penyidik menyimpulkan Karen terlibat pada kasus ini,” katanya

Dia menjelaskan salah hal yang dipersoalkan dan dipermasalahkan oleh tim penyidik yakni soal belum keluarnya hasil kajian evaluasi yang dilakukan tim Pertamina sebelum melakukan inestasi saham di BMG Australia, namun pembayarannya sudah dilunasi oleh Pertamina.”Justru itu makanya itu persoalan ada di sana. Hasilnya belum keluar tapi sudah langsung dibayar, padahal sblm dibayar perusahaan itu nyaris tutup itulah persoalannya,” jelasnya.

Kejaksaan Agung akhirnya menetapkan Mantan Direktur Utama PT Pertamina persero Karen Galaila Agustiawan sebagai tersangka Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Selain menetapkan Karen Galaila Agustiawan, kata Moh Rum, penyidik juga menetapakan dua tersangka lainnya yakni, Genades Panjaitan selaku Chief Legal Councel and Compliance PT. Pertamina (persero) dan Frederik Siahaan mantan Direktur Keuangan PT. Pertamina (persero).

Dalam kasus ini penyidik sebelumnya telah menetapkan tersangka BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (Kajian Kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31,492,851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,808,244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional yang mengakibatkan adanya Kerugian Keuangan Negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar 31,492,851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 sebagaimana perhitungan Akuntan Publik.(Lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.