Perburuan Miras Berlanjut Hingga Bulan Ramadan

Jumat, 20 April 2018 - 04:57 WIB

FAJAR.CO.ID, TANA PASER  –  Jajaran Kepolisian Sektor Tanah Grogot menegaskan akan melakukan razia minuman keras (miras) ke sejumlah warung remang-remang yang ada di Tanah Grogot dan sekitarnya yang dicurigai menjual miras. Sedikitnya 61 botol miras berbagai jenis berhasil diamankan Polsek Tanah Grogot dalam tiga hari terakhir, dengan tiga tersangka.

“Razia akan dilaksanakan sampai memasuki bulan Ramadan, karena peredaran miras ini menjadi atensi para petinggi Polri untuk cipta kondisi dalam Operasi Kepolisian Mantap Praja 2018,”ujar Kapolsek Tanah Grogot AKP Nur Askin kepada Balikpapan Pos dalam kegiatan press release di Mapolsek Tanah Grogot, Selasa (17/4).

Tiga orang yang diamankan dari tiga TKP berbeda, karena menjual miras tanpa izin. Ketiga orang itu semuanya wanita. Ada berprofesi penjaga warung dan ibu rumah tangga. Rata-rata mereka nekat menjual miras karena tergiur keuntungan yang lumayan. Seperti pengakuan Sur, pemilik warung kelontongan yang diamankan di bilangan Jalan RA Kartini  RT 12 RW 4 Tanah Grogot, yang kedapatan menyimpan dan menjual miras jenis bir dan anggur merah.

Sama halnya dengan   ON (43) warga Gang Kenanga RT 11  Desa Senaken, mengaku nekat menjual miras cap tikus karena alasan ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal ON sebelumnya pernah diamankan dengan kasus yang sama pada 2016 silam. ON juga terkenal sebagai penjual miras cap tikus (CT).

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Tanah Grogot, Bripka Jahiruddin, miras jenis CT yang dijual ON diduga didapat penyuplay CT yang diamankan Polda Kaltim beberapa waktu lalu. Karena berdasarkan informasi yang didapat, miras jenis CT yang masuk ke Kabupaten Paser disuplay ke dua kecamatan yakni Tanah Grogot dan Batu Sopang. Karena memang pelanggan miras jenis ini adalah orang yang bekerja di perusahaan.

“Sur mengaku baru 1,5 bulan berjualan miras, Miras didapat dari Balikpapan dengan cara disuplay dahulu oleh mobil box, nanti kalau habis baru dibayar. Dan Sur mengatakan memperoleh keuntungan Rp 150 ribu per dos (isi 12 botol) dari masing-masing jenis miras yang dijualnya,” beber Jahiruddin. (ian/cal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.