Peserta TOT GenPi Diberikan Bekal Cara Menulis yang Baik untuk Destinasi Digital 

Jumat, 20 April 2018 - 06:48 WIB

JAKARTA – Berbagai narasumber kompeten hadir di Training On Trainer (TOT) pengembangan destinasi digital. Kegiatan ini akan berlangsung Sabtu (21/4), di Semarang, Jawa Tengah. Para para peserta TOT akan mendapatkan materi dari aktivasi media sosial, manajemen pasar, hingga pembuatan rilis media.

“Untuk menulis artikel yang baik itu caranya mudah. Selain 5 W 1 H (what, who, where, why, when dan How) artikel tersebut harus inspiratif, enak dibaca. Dalam artian kalimat yang digunakan tidak bertele-tele. Sehingga bisa menggugah si pembacanya,” ujar Editor Genpi.co Paskalis Yuri Alfred di Jakarta, Kamis (19/4).

Pria yang akrab disapa Alfred itu juga menjabarkan, untuk bisa menulis sekaligus berkontribusi di Genpi.co sangat mudah. Ia menjelaskan, GenPI.co adalah platform anak muda jaman now. Karena itu, gaya bahasa harus disesuaikan. Tulisan tidak perlu serius. Dan juga bisa menggunakan istilah-istilah yang kekinian.

“Tulisan yang mampu menggugah perasaan sekaligus melahirkan inspirasi bagi orang yang membacanya. Ada tips yang perlu diperhatikan untuk menulis. Yang pertama perbanyak membaca artikel-artikel traveling, lalu menulislah dengan hati,” tambahnya.

Berkontribusi dengan cara mengirimkan hasil tulisan ke GenPI.co juga tidak sulit. Menurut Alfred, yang pertama tentu saja harus mendaftar di Genpi.co. Tinggal klik Genpi.co. Lalu, isi biodata. Ingat ya, username tidak menggunakan spasi. Pilih juga genpi regional kamu. Juga hobi dan jenis fotografi favoritmu.

“Setelah sudah resmi Gabung Genpi, anda sudah bisa berkontribusi dengan mengirim konten ke email redaksi@genpi.co Selanjutnya tim redaksi kami akan melakukan seleksi, jika kontenmu menarik dan sesuai dengan kriteria, maka editor akan segera mengupload ke website Genpi.co,” paparnya.

Tapi tulisan yang dimuat di genpi.co ada aturan main. Ada kode etiknya. Kode etiknya simple kok. Tulisan harus No Hoax, No SARA, No Politics, No Pornography.

“Genpi tidak boleh menyampaikan kebohongan terkait informasi pariwisata. Contohnya, dalam mempromosikan destinasi, Genpi harus memperhatikan unsur 3A sebagai standar dasarnya, yaitu Aksesibilitas, Atraksi serta Amenitas. Jangan sampai karena ingin daerahnya dikenal, sehingga menyajikan informasi palsu yang merugikan pembaca atau wisatawan,” tutur Alfred.

Tapi, Genpi.co bukan hanya seputar tulisan. Ada konten lainnya. Mulai dari fotografi, genpistory, streaming, liputan on cam dan masih banyak lagi.

Untuk foto, ada beberapa kriteria yang harus diketahui. Pertama foto boleh dikirim lebih dari satu, kualitas foto harus baik, dimensi foto minimal 800x480pixel, Posisi foto Lanscape, Ukuran 1 file foto maksimal 2 Mb. “Sertakan sumber foto jika bukan dari hasil jepretan kamu sendiri. Dan yang paling penting, jangan sisipkan foto di dalam file word, melainkan kirim dengan file attachmen tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono menambahkan, bergabung di GenPI itu serasa menjadi Duta Pariwisata. Karena, kita bebas berbicara pariwisata. Dan, semua yang dibicarakan benar-benar bermanfaat untuk pariwisata Indonesia.

“Cari tahu informasi GenPI di daerah kamu, dan daftarkan dirimu untuk menjadi bagian dari Komunitas Netizen Zaman Now ini. Karena kalau bukan kita? Siapa lagi? Dan kalau tidak sekarang? Kapan lagi?,” ajak Don Kardono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikutan angkat suara. Menpar bahkan tak segan mengajak untuk ikut mendaftar di genpi.co. “Yang pasti nyesel gak ikut genpi.co. Banyak funnya. Jadi buruan daftar. Caranya juga mudah. Tinggal kunjungi genpi.co isi form pendaftaran. Yang pasti jadi anggota GenPI itu gak rugi. Selalu banyak keseruan. Jadi buruan daftar. Salam Pesona Indonesia. Salam GenPI,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.