Swasembada Protein, Menteri Amran Lepas Ekspor Daging Ayam Olahan ke Tiga Negara

Jumat, 20 April 2018 - 13:44 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Pertanian (kementan) melepas ekspor daging ayam olahan dan pakan ternak ke tiga negara yakni Jepang, Timor Leste, dan Papua New Guinea pada Jumat (20/4/) dalam acara yang berlangsung di Pabrik PT Charoen Bakphand Indonesia (CPI), Jakarta Utara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor tersebut merupakan bukti bahwa produktivitas ayam nasional termasuk tinggi dan berkualitas, sehingga siap memasok kebutuhan pangan dunia.

“Ekspor ini adalah bukti Indonesia bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam memproduksi daging dengan kualitas premium dan sesuai dengan persyaratan internasional,” kata Amran Sulaiman.

Sebanyak 6 ton ekspor perdana daging ayam olahan dilepas ke Jepang. Sedangkan ke Timor Leste sekitar 120 ton pakan ternak dan 6,6 ton daging ayam olahan. Untuk Papua New Guinea, ekspor kali ini merupakan yang keempat kalinya sejak Maret 2017 lalu.

Amran menyebutkan, saat ini produksi ayam ras nasional mengalami surplus dibandingkan dengan kebutuhan nasional. Statistik Peternakan 2017 menunjukkan populasi ayam ras pedaging (broiler) mencapai 1,69 miliar ekor. Ayam ras petelur (layer) mencapai 166,72 juta ekor dan ayam bukan ras (buras) mencapai 310,52 juta ekor.

Amran menambahkan, melonjaknya produksi ayam dan jagung dalam negeri tak lepas dari deregulasi kebijakan Kementerian Pertanian. Misalnya, mencabut regulasi yang menghambat investasi dan ekspor.

“Kami sudah cabut kurang lebih 241 Permentan yang hambat investasi untuk ekspor, tidak jarang kami copot (pejabat) dari Karantina, 164 (pejabat) kami geser, bahasa halusnya,” ujar Amran.

Kementan, juga mengajak pihak-pihak terkait untuk berembuk dan membahas bersama aturan yang pro kepada peningkatan produksi serta menguntungkan semuanya.
“Kami tanda tangan saja,” jelasnya.

Kesuksesan tersebut, menurut Menteri Amran, tak lepas dari sinergi semua pihak. Alhasil, nilai ekspor pertanian Tanah Air tahun lalu melonjak drastis dibanding 2016.

“Ekspor petanian 2017 naik 24 persen setara Rp 440 triliun,” ungkapnya.

Amran berharap, torehan tersebut dikembangkan dengan merambah pasar negara lain.

“Kita selesaikan Asia. Asia Tenggara dulu, baru Asia. Kalau perlu, kita suplai kebutuhan pangan seluruh dunia,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur PT CPI, Thomas Effendy, menerangkan, ekspor tersebut dilakukan karena produksi dalam negeri melimpah.

“Sesuai arahan Pak Menteri, solusinya dengan melakukan ekspor produk-produk berbasis ayam,” katanya.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pihak terkait, seperti Kementan, Kementerian Perdagangan, Satuan Tugas Pangan, Pemerintah Kota Jakut, serta stakeholder lainnya.

Selain pelepasan ekspor, acara disertai penyerahan tiga sertifikat untuk PT CPI. Perinciannya, Sertifikat Veteriner (Ditjen PKH Kementan), Certificate of Origin (Ditjen Daglu Kemendag), serta Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (BB Karantina Tanjung Priok).

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *