Waria Maling HP Terciduk, Teriak Dengar Letusan; Bocorma Ayah….

Jumat, 20 April 2018 - 09:49 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Seorang waria terciduk aparat Polsek Panakkukang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang. Ia diamankan menyusul keterlibatannya dalam kasus pencurian gawai milik seorang pengendara motor.

Selain itu, polisi juga menangkap seorang perempuan yang bertindak sebagai penadah barang hasil curian. Kedua diringkus setelah korban melapor ke Polsek Panakkukang.

Bersamaan dengan kedatangan korban di kantor polisi, Panit 2 Ipda Robert Hariyanto Siga sementara memimpin personel resmob melakukan patroli di wilayah hukumnya. Informasi tentang pencurian yang berlangsung, Rabu malam (18/4) pukul 23.30 Wita itupun menyebar.

Tak menunggu waktu lama, tim resmob langsung mendatangi lokasi. Penyelidikan dilakukan. Sejumlah saksi dimintai keterangan.

Hasilnya, diperoleh identitas pelaku. Dia seorang waria bernama Syahril alias Riri (23), warga Jalan Haji Kalla, Campagayya.

Namun untuk memastikan pelaku, petugas kepolisian kembali membuka lembaran laporan korban. Benar saja dia seorang waria dan kerap mangkal di TPU Panaikang.

Tim Resmob selanjutnya melakukan pengintaian terhadap pelaku. Ciri-ciri pelaku yang dicari adalah bertubuh tinggi dan berbadan ceking.

Ipda Robert Hariyanto Siga lalu memerintahkan seorang personelnya untuk melakukan penyamaran selaku pengemudi taksi daring. Ia ditugaskan menemui waria yang dicurigai tersebut di TPU Panaikang.
Polisi itupun berhasil menemui waria yang diburu. Dia berpura-pura sebagai tamu. Perbincangan pun berlangsung.

Hanya saja, waria tersebut curiga dengan tamunya itu. Di tengah pembicaraan, ia kemudian melangkah mundur ke belakang. Selanjutnya melepas selop hak tingginya lalu melarikan diri.
Tak ingin orang yang dikejarnya lolos, petugas kemudian melepaskan tembakan ke udara. Pelaku diminta menghentikan langkanya.

Bunyi pistol yang menyalak pertama kali tak dihiraukannya. Barulah pada letusan kedua ia berteriak berkali-kali. ”Aduh, bocorma ayah….” Diapun tetap berlari sambil sesekali menoleh ke belakang.
Bukan karena tembakan pelaku menghentikan langkahnya.

Melainkan karena lututnya terbentur di sebuah batu nisan. Saat itu juga bajunya tersangkut di batu kuburan lantaran panik mendengar suara ledakan pistol. Polisi pun menangkapnya, lalu menggiringnya ke Mapolsek Panakkukang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di depan polisi yang memeriksanya, pelaku mengakui perbuatannya yang mencuri satu unit gawai merek Samsung A7 warna emas. Ia juga mengambil uang sebesar Rp6,6 juta yang tersimpan di dalam tas ransel berwarna hitam dan diletakkan korban di motornya .

”Setelah mengambil HP dan uangnya, saya kemudian ke rumah teman bernama Murni. HP saya jual seharga Rp1 juta,” ujarnya.

Hari itu juga, petugas kepolisian melakukan pengembangan dan menggiring pelaku untuk menunjukkan alamat penadahnya. Murni pun berhasil diamankan tanpa perlawanan.Menurut Murni, gawai yang dibelinya dari Riri senilai Rp1 juta, selanjutnya dijual ke rekannya dengan harga Rp1,5 juta.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, membenarkan seorang waria yang maling HP telah diamankan bersama penadahnya. Polisi masih mengejar satu rekan Risi yang identitasnya telah dikantongi.”Dari hasil pemeriksaan, pelaku menjual HP yang dicurinya ke seorang penadah seharga Rp1 juta. Kemudian ia jual lagi Rp1,5 juta. Kasusnya masih terus dikembangkan,” ujar Kompol Ananda. (ish/rus/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.