Yang Penting Dapat Duit, Germo Tega Jual Anak di Bawah Umur

Jumat, 20 April 2018 - 01:55 WIB

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Dari hasil penyidikan kasus prostitusi yang dilakukan SS yang diketahui sebagai muncikari, turut mempekerjakan anak di bawah umuar. Akibatnya SS terancam hukuman penjara selama 13 tahun.

Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi kepada media ini ketika ditanyakan perkembangan pemeriksaan SS, selaku muncikari yang telah mempekerjakan sejumlah wanita Pekerja Seks Komersial (PSK).

Karyadi mengungkapkan, hasil pemeriksaan penyidik terungkap, SS juga mempekerjakan setidaknya lima orang anak di bawah umur. “Ya, hasil pemeriksaan lebih mendalam kepada yang bersangkutan, ia mengaku juga mempekerjakan anak-anak,” ungkap Karyadi kepada Radar Nunukan ketika diwawancarai, kemarin.

Kata Karyadi, SS mempekerjakan anak di bawah umur lantaran tarif yang didapatkannya lebih besar dibandingkan PSK dewasa. Tak tangung-tanggung, tarif untuk anak di bawah umur mencapai jutaan rupiah. Dari itu, SS bisa mendapatkan untung lebih besar.

Namun, perbuatannya tersebut malah menjerumuskan dia kepada pasal yang lebih berat. Polisi pun menambahkan pasal 81 tahun 2013 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara pada berkas SS.

Padahal sebelumnya, dia telah dijerat pasal 269 Junto 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan. Selain SS, juga terdapat satu orang tersangka lainnya yakni YSR sebagai penghubung PSK ke pemesan jasa prostitusi tersebut.

Sementara itu,  lima anak di bawah umur yang menjadi korban SS, rencananya juga akan dipanggil menjadi saksi. Namun, Karyadi belum bisa memastikan kapan kelima korban tersebut dibawa ke Mapolres Nunukan.

“Masih rencana. Jika nanti sudah dipanggil, akan kami informasikan kembali,” beber Karyadi.

Sebelumnya SS diamankan di seputaran Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nunukan Tengah, sekitar pukul 23.00 Wita, Sabtu (14/4) lalu. Pada dirinya juga diamankan sejumlah barang bukti berupa handphone serta uang tunai berjumlah Rp 1,5 juta, diduga hasil prostitusi.

SS juga sudah melakukan praktek prostitusi tersebut sebanyak 13 kali. Cara melakukan aksinya SS menawarkan wanita PSK dengan cara terselubung. Terlebih dahulu melihat latar belakang seseorang yang ingin memakai jasa prostitusinya, SS lebih teliti memilih pria hidung belang. YSR atau penghubung selanjutnya yang akan memperkenalkan PSK kepada pria hidung belang yang memesan jasanya.(raw/nri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *