Viral, Petik Bunga Edelweis saat Mendaki, Wanita Ini Dihujat!

0 Komentar

JAKARTA- Bunga Edelweis merupakan salah satu bunga yang dilindungi oleh Undang-undang karena kelangkaannya. Bunga Edelweis di Indonesia berbeda dengan di Eropa. Di Indonesia, Bunga ini disebut dengan nama Javanese Edelweis atau edelweis jawa atau bunga senduro.

Bunga ini merupakana tumbuhan endemik yang paling banyak tumbuh subur di daerah pegunungan. Para pendaki yang memetik bunga ini dan membawanya turun gunung, bisa terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

Nah, Belum lama ini, salah satu netter memamerkan foto bunga Edelwei yang dipetikny saat mendaki gunung. Foto itu Ia unggah melalui akun facebook miliknya.

Belum diketahui, lokasi tempat memetik bunga itu, namun dalam keterangannya Ia menulis, “Selesai sudah perjalanan kita, kini saatnya kita mencari jalan turun masing-masing. kenangan begitu indah yang kita lalui berdua, nah kapan kita bisa bertatap muka lagi..” tulis wanita berhijab itu.

Foto ini pun mendapat kecaman dari netizen.  Akun Instagram @mountnesiaInfo menulis, “Kesel banget liat pendaki yang begini nih,.. pendaki gunung belum tentu mencintai lingkungannya. Apakah orang2 ini tidak tahu bahwa edelweis adalah salah satu flora dilindungi?,”  tulisnya.

“Sanksi pidana penjara paling berat lima tahun dan denda paling besar Rp100 Juta bagi siapapun yang memetik atau pun mencabut bunga edelweis (Anaphalis javanica, Boerl). Sanksi pidana itu sesuai yang disebutkan dalam pasal 40 UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.” sambungnya.

Baru naek gunung kali jadi dipikiran dia naek gunung itu memetik edelweis lalu di poto dan di share di sosmed biar dikata wow , cantik boleh asal jangan tolol , percuma cantik kalo tolol wkwkwk,” tulis akun billy19th.

Mendapat ribuan bully dari warga net, wanita itu justru tak meminta maaf namun menulis balik sindiran kepada netizen.

“Merendahkan,menghina,dan beradu mulut ituch udah biasa yg di lakukan oleh manusia tanpa melihat siapa diri mereka sebelumnya,menyalahkan orang dan mencari kesalahan org ituch kerjaan nya,tanpa memikirkan efek yg akan terjadi,,,” tulisnya pada 19 April lalu.

Fakta Bunga Edelwiee. 

Bunga Edelweis juga dijuluki bunga abadi. Dilansir digiyan, Pada zaman peradaban kuno, bunga ini biasa dijadikan sebagai bahan baku obat herbal alami untuk berbagai macam penyakit seperti disentri, TBC, diare dan difteri.

Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan zat anti-oksidan yang ada pada bunga edelweis. Sehingga dapat digunakan sebagai obat alami pada masa itu.

Kandungan anti-oksidan yang cukup kaya pada tanaman tersebut, yaitu anti-mikroba yang berfungsi untuk membasmi bakteri serta jamur, juga mempunyai anti radang (anti-inflamasi).

Bukan hanya itu, dalam tanaman ini juga terkandung sifat pelindung yang baik bagi keremajaan sel kulit serta bisa membantu kulit terlihat awet muda dan melidungi dari radikal bebas.

Selain itu juga, bunga ini bisa diolah dan diminum layaknya “minuman teh” yang dapat berfungsi untuk membantu menormalkan kembali sirkulasi yang kurang baik, kanker payudara, difteri dan batuk.

Bahkan, bisa juga berfungsi untuk dijadikan bahan baku salep yang melindungi kulit dari sinar UV (Ultraviolet), mempercepat kesembuhan luka dan membantu meredakan sakit akibat rematik.Pada tahun 1819, seorang bernama Caspar Georg Carl Reinwardt menemukan bunga ini untuk pertama kalinya di daerah lereng Gunung Gede.

Baru setelah itu, diteliti lebih lanjut oleh Carl Heinrich ‘Bipontinus’ Schultz yang sama-sama berprofesi sebagai botani asal Jerman.

Pada tahun 2003, Pos Indonesia pernah menjadikan bunga ini sebagai gambar perangko.

Bahkan, bunga ini pernah suatu ketika dijadikan sebagai judul lagu pada tahun 1965 pada film The Sound of Music.

Nama “Edelweis atau Edelweiss” itu sendiri merupakan kombinasi dua kata dalam bahasa Jerman, yakni edel yang memiliki arti “agung atau mulia” sedangkan weiss yang memiliki makna “putih”.

(**)

 

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...