Wakapolres yang Tembak Mati Adik Ipar Jalani Pemeriksaan di RS Jiwa


FAJAR.CO.ID, MEDAN – Selama menjalani penahanan di Polda Sumut, Kompol Fahrizal (41), menunjukkan prilaku layaknya penderita depresi, karena kerap memukuli tembok, dan membentur-benturkan kepala ke dinding sel.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengungkapkan, tingkah laku Wakapolres Lombok Tengah ini, menjadi alasan Polda Sumut mengirimnya ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

“Saat di sini (Polda Sumut), sudah cenderung menunjukkan sikap tidak kooperatif. Ia (Fahrizal) suka pukul-pukul tembok, dan kepala dibenturkan ke dinding,” ungkap Andi, Jumat (20/4).

Karena itu, menurut Andi, sikap Fahrizal tersebut menjadi satu pertimbangan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Jiwa Sumut Jalan Tali Air Medan. Sebab sikapnya, selain dinilai membahayakan diri sendiri, juga dikhawatirkan membahayakan tahanan lainnya.

“Ia sudah menunjukkan sikap yang membahayakan untuk orang lain, termasuk untuk dirinya sendiri. Karena memang di sana (rumah sakit jiwa) lebih aman buatnya. Kalau di sel Polda Sumut, sudah ada kecenderungan tidak kooperatif,” jelasnya.

Sikap aneh Fahrizal ini, lanjut Andi, informasinya diperoleh dari tahanan lain yang melapor ke petugas jaga. Fahrizal juga menolak kedatangan tenaga kesehatan yang hendak memeriksanya. “Justru tahanan lain menginformasikan ke petugas jaga yang piket. Tenaga kesehatan datang, tapi ditolaknya. Ia tidak mau diberi obat, dan dicek. Sejauh ini, belum bisa diambil keterangannya, karena kondisinya seperti itu. Jadi belum ada konsistensi dalam menjawab penyidik,” katanya.

Komentar

Loading...