Gara-gara Tanah PNS Ditusuk

Minggu, 22 April 2018 - 19:04 WIB

FAJAR.CO.ID, PALANGKA RAYA – Lukmantoro (46) warga Jalan Simpang Panglima Batur nyaris saja kehilangan nyawa usai dibacok pria bernama Nurdin. Diduga penusukan dan pembacokan terjadi karena persoalan tanah, hingga senjata tajam Nurdin, yang disebut-sebut preman tanah menghujam ke lengan korban, yang tercatat sebagai ASN di Dinas Kehutanan, Kalteng ini.

Peristiwa penusukan itu terjadi  di Kantor Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kamis (19/4). Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka di bawah ketiak kanan, lengan kanan dan kini mendapat perawatan dari tim medis. Kini pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian Polres Palangka Raya dan Polsek Pahandut.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya menerangkan peristiwa terjadi berawal dari pelaku menjual tanah milik korban dengan dasar SKT ke warga lain bernama Rahman seharga Rp 200.000.000. Padahal lahan tanah tersebut yang dimiliki korban sudah memiliki surat hak milik (SHM).

“Ketika di lokasi, korban bertemu dengan Rahman dan memberitahu bahwa tanah tersebut adalah milik korban. Nah Rahman merasa tertipu dan marah terhadap pelaku, hingga akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permasalahannya di kantor Kelurahan Panarung,” tutur Roni.

Kemudian antara korban, pelaku dan Rahman, ketiganya hadir di kelurahan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Diduga karena merasa terpojok dan salah, serta malu. Tiba-tiba pelaku menusuk korban menggunakan pisau sangkur panjang sekitar 40 cm mengenai tangan kanan korban. Saat pelaku menusuk korban ada teman pelaku yang memegangi punggung korban.

Sehingga, korban mengalami luka di bawah ketiak kanan. Setelah itu pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor berboncengan dengan temannya. Sambil mengancam dan mengacungkan senjata tajamnya ke arah orang lain dan kini masih dalam pengejaran personel di lapangan.

“Diduga ribut masalah kepemilikan tanah yang berada di kawasan Kelurahan Panarung, Pelaku berjumlah dua orang ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Kita sudah kantongi identitasnya,” kata Roni.

Roni menambahkan korban mengalami luka yang cukup parah. Namun segera dilakukan evakuasi oleh pegawai kantor Kelurahan Panarung, ke rumah sakit PKU Muhammadiyah untuk mendapat pertolongan tim medis.

”Tangan korban yang parah. Kita sudah mendatangi lokasi kejadian dan kini kasusnya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Pantauan Radar Palangka, personel Sat Res Polres dan Polsek mendatangi lokasi dengan bersenjata lengkap. Korban pun sudah mendapat perawatan dan memang banyak mengeluarkan darah. Insiden itu terjadi ketika masih banyak warga yang ada di lokasi karena berurusan dengan kelurahan. Kini kasus itu dalam penangnan kepolisian. Beruntung korban segera mendapat perawatan. (daq/vin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *