Hancur Lebur, Kondisi Mobil yang Alami

Minggu, 22 April 2018 - 18:18 WIB

FAJAR.CO.ID, LBALIKPAPAN  –  Kecelakaan di jalan poros Balikpapan-Samarinda terus menghantui. Kemarin (20/4), insiden serupa kembali terjadi di Km 43, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Sungai Merdeka, Kutai Kartanegara (Kukar) pukul 15.30 Wita.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu melaju kencang dari arah Balikpapan. Sampai di kawasan Km 43, mobil dengan nomor polisi (nopol) KT 1248 ZW itu diduga berusaha menyalip mobil Toyota Avanza berwarna putih KT 1327 CP yang dikemudikan Febrianto (26), warga Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar).

Avanza abu-abu yang dikemudikan Abdul Hamid (43), warga Dusun Karya Makmur, Desa Batuah, Kukar pun berhasil menyalip Avanza putih. Namun, dari arah berlawanan, muncul truk Mitsubishi Fuso dengan nopol DD 8567 HD. Tabrakan pun tak terhindarkan. Truk yang dikemudikan Ciamang (52) oleng ke pinggir jalan sebelah kiri dari arah Samarinda,

Sementara mobil Abdul Hamid yang menghantam truk turut ditabrak oleh mobil Avanza yang dikemudikan Febrianto. Kedua mobil itu ringsek di bodi bagian depan. Abdul Hamid kemudian dilarang ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (Abadi) Samboja, Kukar karena cedera cukup parah. Hamid diketahui berkendara sendiri hendak menuju Samarinda. Sementara penumpang di mobil Febrianto ada Rahmat Kartolo (31), warga Kukar.

Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Subandriya mengatakan, kecelakaan tersebut mengakibatkan dua korban luka. Selain Abdul Hamid, Rahmat Kartolo mengalami luka ringan. Rahmat hanya mendapat rawat jalan. “Diduga penyebab kecelakaan ini karena lalai. Terlebih, mobil melaju dalam kondisi jalan yang licin karena hujan,” bebernya.

Dia menyebut, keterangan dari korban di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai Abdul Hamid dan mobil Febrianto diduga saling salip-menyalip dari Balikpapan menuju Samarinda. Apalagi, jalan poros Balikpapan-Samarinda itu merupakan salah satu jalur tengkorak—sebutan jalur rawan kecelakaan. “Diduga, Abdul Hamid berkendara dengan kecepatan lebih 80 km/per jam,” bebernya.

Akibat kecelakaan itu, lalu lintas kedua arah jalan poros Balikpapan-Samarinda sedikit tersendat. Kendaraan jalan merayap selama proses evakuasi. Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Kaltim yang melakukan evakuasi korban serta mengatur lalu lintas.

DIBAWA KE RSUD

Sementara itu, Hamid yang masih sadar dan kesakitan digotong dengan ambulans. Dengan bantuan seorang warga setempat yang biasa mengantar korban kecelakaan ke rumah sakit. Dia tiba di rumah sakit dan langsung masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abadi sekitar pukul 16.24 Wita.

Dokter RSUD Abadi Samboja Riz Sanfebrian Adiatma yang menangani korban menjelaskan, kondisi Hamid saat tiba seperti sesak napas. Pihaknya segera memberikan penanganan sesuai standar. Dokter membersihkan luka, lalu memfoto rontgen di bagian dada dan lengan. Riz menyebutkan, rontgen perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada trauma di bagian dada dan lengan akibat kecelakaan tersebut. “Lengan kanan putus,” katanya.

Dia dan tim segera memberikan tindakan untuk menghentikan pendarahan dan mencuci luka. Sementara itu, foto rontgen memerlukan waktu sekitar 30 menit. Dari hasil rontgen, terlihat ada patah tulang rusuk nomor 4 dan 5. Menurutnya, patah tulang rusuk ini masih tergolong aman.

“Fokus utama tadi menangani tangan yang putus. Setelah konsultasi dengan dokter bedah RSUD Abadi, kami memutuskan untuk merujuk pasien ke RS Abdul Wahab Sjahranie,” sebutnya.

Alasan rujuk, yakni dalam menangani lengan yang putus, memerlukan tindakan lebih spesifik oleh dokter spesialis ortopedi. Sementara di RSUD Abadi, belum tersedia dokter spesialis tersebut. Hanya ada dokter bedah umum. “Jadi, belum bisa memberikan penanganan lebih lanjut untuk kondisi pasien seperti itu. Perlu tindakan memperbaiki dan membersihkan atau debridemen ke dokter ortopedi,” jelasnya.

Sebagai informasi, tindakan debridemen adalah penghapusan jaringan mati, terkontaminasi, atau terinfeksi benda asing. Khususnya di area lesi atau jaringan sekitar lesi. “Setelah kondisi pasien mulai membaik, kami rujuk ke RS AWS (Abdul Wahab Sjahranie Samarinda) untuk mendapat pertolongan lanjutan,” tuturnya. (aim/gel/rom/k11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *