Kementrian Lingkungan Hidup Belum Hubungi Pertamina Soal Tumpahan Minyak di Balikpapan

Minggu, 22 April 2018 15:00

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan mengakui belum melakukan tindakan  kepada Pertamina, terkait tumpahan minyak yang tersebar seluas kurang lebih 14 ribu hektare.Kepala P3E Tri Bangun L Sony menjelaskan, pihaknya tidak bisa tergesa-gesa soal itu. Sebab, semua butuh waktu agar segala sesuatunya akurat. Karena pengajuan tuntutan tidak semudah yang dibayangkan. Ada hitung-hitungannya yang masih dikerjakan. Termasuk, kerusakan mangrove yang menjadi dampak.“Kami juga ingin cepat karena dikejar-kejar peraturan dan DPR. Kemungkinan minggu depan sudah ada tindakan,” ujar Tri Bangun L Sony, kemarin (21/4).Perihal ketegasan KLHK, dia mengatakan bukan berupa gugatan yang akan diberikan, melainkan sanksi administrasi. Peringatan tegas kepada Pertamina diberikan berupa pengembalian lingkungan laut yang sudah rusak.“Bentuknya berupa paksaan melalui keputusan kementerian agar lingkungan kembali bersih total,” jelasnya.Hingga kini, menurut dia, perairan di Teluk Balikpapan masih berbahaya untuk dinikmati masyarakat. Bahkan, berpotensi menimbulkan kerugian kesehatan.“Kami meminta masyarakat untuk tidak menikmati air laut terlebih dahulu, karena masih ada dampak dari tumpahan minyak,” ujarnya.Secara kasatmata, diakuinya, memang ceceran minyak sudah tidak ada. Tapi jangan salah, pemulihan air laut bisa memakan waktu dua tahun lamanya. Sementara pihak yang berwenang untuk memberikan lampu hijau kepada masyarakat untuk menikmati pantai hanyalah KLHK. Bukan instansi lain, apalagi Pertamina.

Bagikan berita ini:
9
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar