Membuat Destinasi Digital dengan Merancang Imajinasi Baru

Minggu, 22 April 2018 - 14:27 WIB

SEMARANG – Training on Trainer (TOT) di Aston Inn, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/4), banyak menghasilkan ide-ide brilian. Khususnya untuk 30 anggota calon pasukan khusus Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

Para anggota GenPI diberikan pengetahuan mengenai desain destinasi digital. Bagaimana pemilihan ruang dan yang waktu menjadi kunci penting dalam merancang destinasi pariwisata.

“Memilih ruang dan waktu yang memiliki nilai dan tradisi itu sangat penting. Walaupun tidak dikasih apa-apa raung itu sudah punya nilai tersendiri. Sehingga lebih berati lagi menghadirkan para pengunjung,” ujar Heru Mataya, Ketua Pelaksana Festival Payung Indonesia.

Menurut Heru yang juga budayawan asal Solo, Jawa Tengah, membuat destinasi digital adalah merancang sebuah imaginasi. Ia mencontohkan, festival payung yang digelar di Taman Balekambang di Kota Solo.

“Taman Balekambang itu sudah punya sejarah sendiri. Sehingga, bangunannya sudah punya narasi tersendiri. Terlebih ditambah kreativitas dan aktivitas yang digelar GenPI. Tentunya akan semakin memancing pengunjung,” ujarnya.

Heru juga menekankan, seratus destinasi digital yang akan dikelola GenPI harus punya ciri khas sendiri. Tidak boleh sama dengan yang lain. Hal itulah yang harus dipikirkan untuk menciptakan destinasi baru.

“Masalah dekorasi dan artistik itulah wajah bagi destinasi itu tersendiri. Sehingga harus dimatangkan dan hati-hati memilih konsepnya. Jangan sampai sama dengan yang lain. Misalkan Pasar Semarangan dan Karetan desainnya sama. Jadi tidak ada keunikan untuk membuat orang datang, Dekorasi menjadi kunci suatu destinasi itu akan instagramable,” ucapnya.

Pria asli Solo itu menambahkan, untuk menjadikan suatu destinasi populer di dunia digital juga tidak sulit. Dicontohkan Heru, Solo memiliki pasar bunga tradisional. Di sana arsitekturnya masih asli, suasana perdagaannya dan barang-barangnya juga menarik.

“Penataanya tidak boleh asal-asalan. Sehingga, bisa menciptakan suasana tradisional lebih terjaga. Tidak hanya itu, apabila ingin menambahkan ornamen. Harus natural, seperti menggunakan bambu, dan tidak menggunakan plastik,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi untuk TOT GenPI di Semarang. Inilah Generasi Pesona Indonesia. Generasi aktif, kreatif serta militan mempromosikan pariwisata Indonesia. Dengan diadakannya TOT ini dipastikan laju perkembangan destinasi digital akan semakin cepat.

“Buat kawan-kawan GenPI selamat mengikuti TOT di Semarang. Selamat menjadi pelatih dan pendamping destinasi digital GenPI yang akan kita bangun di 100 titik seluruh Indonesia. Salam Pesona Indonesia. Salam GenPI, gasss!,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.