Awasi Program Bedah Kemiskinan, Mentan Bentuk Tim Pengawas

Senin, 23 April 2018 - 14:31 WIB

FAJAR.CO.ID, CIANJUR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman begitu serius mensukseskan program Bedah Kesmikinan Rakyat Sejahtera di 100 Kabupaten diseluruh Indonesia, dengan membentuk tim pengawas.

Tim Pengawas akan diterjunkan langsung ke daerah-daerah yang mendapat bantuan program Bedah Kesminan, sebagai langkah tepat untuk memastikan program tersebut tepat sasaran.

“Menggunakan data yang sudah ada, Kementan akan fokus pada mereka yang benar-benar membutuhkan, karena datanya sudah ada. By name, by address,” kata Mentan Amran kepada awak media di Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (23/4).

Diketahui, daerah-daerah yang menjadi target tim pengawas program Bedah Kemiskinan Kementerian Pertanian itu antara lain, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumsel, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Baeat menjadi tempat peluncuran program tersebut. BKKBN mencatat terdapat 580 rumah tangga yang masuk dalam kategori pra sejahtera dan sejahtera 1, dengan rata-rata anggota keluarga per rumah tangga sebanyak 4.08 orang. Sumber pendapatan utama adalah buruh pertanian (38.4 %) dan buruh non pertanian (49.1%).

Pendapatan rata-rata per rumah tangga di desa Cikencana saat ini adalah sebesar Rp 1.419.900/rumah tangga/bulan atau Rp 348.015/kapita/bulan, lebih rendah dari garis kemiskinan BPS per September 2017 sebesar Rp 370.910/kapita/bulan. Diharapkan dalam tiga bulan ke depan rata-rata pendapatan akan naik naik 5.8 % menjadi Rp 1.502.513/rumah tangga/bulan. Sehingga pada 6 bulan hingga 12 bulan ke depan, rata-rata pendapatan meningkat lagi hingga 283,7% menjadi Rp 4.101.513/rumah tangga/bulan.

Dengan Program Bekerja ini, Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengintensifkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memberikan ternak. Dari 60 rumah tangga penerima bantuan, 40 rumah tangga mendapatkan Ayam sebanyak 50 ekor per rumah tangga, sementara 20 rumah tangga lainnya mendapatkan bantuan berupa domba dan kambing.

Kementan melalui Ditjen Holtikultura memberikan bantuan berupa 100 batang bibit jeruk, 106 batang bibit durian, 60 batang bibit papaya, 250 pot sayuran dalam polybag, 1 kg (untuk 5 ha) benih cabai besar dan cabai rawit, 0,75 kg (untuk 1 ha) mentimun, 4 kg (untuk 0,75 ha) bayam, dan benih cabai 8 tray dan 200 polybag. Bantuan juga meliputi 4 ha kawasan cabai berupa benih, pupuk, mulsa, cultivator 1 ha, dan handspraye 1 buah, serta kawasan pisang untuk 1 ha. Total bantuan mencapai Rp 171,3 juta.

Melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan juga mefasilitasi kegiatan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PBB) senilai Rp 100 juta dalam bentuk bantuan yang sebagian sudah terealisasi, meliputi 1 unit Kebun Bibit Desa (KBD) lengkap dengan fasilitas semai, bibit dan pengairan sederhana; lalu demplot pertanaman, kandang ternak dan bibit ayam; fasilitasi 1 unit kebun sekolah; dan fasilitasi pengembangan pekarangan untuk 130 rumah tangga.

Kementan berharap program ini dapat berjalan dengan baik dengan menjalin sinergi berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta stakeholders terkait. Sejumlah universitas, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan organisasi-organisasi lain yang punya fokus program pemberdayaan pertanian dan pengentasan kemiskinan juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *