Jelang Putusan MA, Ini Pesan Plt Walikota Makassar

Senin, 23 April 2018 - 09:54 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI berharap seluruh
masyarakat Makassar terutama yang tengah beribadah umroh di tanah suci Mekkah mendoakan Kota Makassar
tetap aman menjelang putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi KPU kota Makassar terkaitPemilihan
Walikota dan Wawali 2018.

“Doakanlah Makassar, agar tetap aman dan terhindar dari marabahaya jelang putusan MA,” pinta politisi Golkar
Sulsel ini.

Ia juga menghimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar agar bisa  menerima apapun putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung.

“Putusan yang akan dikeluarkan MA pastinya melalui proses dan pertimbangan hukum dari orang-orang yang ahli,  kompeten dan memiliki otoritas. Sehingga apapun putusan yang dikeluarkan MA berarti itulah yang terbaik buat  kota Makassar,” kata Deng Ical sapaan akrab Plt Wali Kota Makassar.

Pria yang akrab disapa Deng Ical ini juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa kecuali untuk  mengambil bagian dalam menciptakan Makassar yang aman dan nyaman.

“Pengamanan bukan hanya tugas TNI, POLRI dan pemerintah. Tapi juga tugas dan tanggungjawab seluruh  masyarakat, termasuk seluruh perangkat lainnya seperti LPM, BKM, RW RT, para PPKBD dan Sub PPKBD,  auditor sosial dan para kader pos yandu dan seluruh unsur tokoh masyarakat lainnya,” katanya

“Jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau memiliki maksud dan tujuan  tertentu untuk membuat keadaan kota Makassar menjadi tidak kondusif,” tambahnya.

Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari apabila kita semua kompak dan bekerjasama dalam membantu TNI dan  Polri untuk menciptakan suasana kota Makassar tetap kondusif.

Deng Ical juga telah meminta kepada Pj Sekkot Makassar untuk menegur dan proses ASN yang berani  memperlihatkan tindakan tidak netral kepada salah satu calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

“Jika ada ASN yang terang-terangan berani mendukung ataupun mengacungkan jari simbol salah satu calon  tertentu maka ia tak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai PP nomor 53 tahun 2010,” tegasnya.

Dia juga persilahkan kepada tim paslon salah satu kandidat untuk menempuh jalur hukum jika ada ASN tidak netral  melalui Panwaslu atau Gakumdu.

“Jika ada paslon merasa dirugikan, maka ia mempersilahkan untuk melaporkan ke Panwas dan Gakumdu. Jika rekomendasi dari panwas sudah keluar pihaknya akan langsung memperoses sesuai aturan,” tutupnya.(Mimi/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *