Pemkot Minta Penggunaan Kantong Plastik Dibatasi

Senin, 23 April 2018 - 09:15 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bertepatan di Hari Bumi yang jatuh pada 22 April kemarin, Pemerintah Kota Makassar minta penggunaan sampah plastik dibatasi. Alasannya sampah-sampah plastik dalam penggunaannya oleh masyarakat tidak ramah lingkungan dan dapat menimbulkan berbagai masalah terhadap lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muh Yasir mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk bersama-sama membebaskan Makassar dari tumpukan sampah khususnya jenis plastik. Apalagi penggunaan produk plastik menjadi momok menakutkan.

“Saya mengajak masyarakat mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan membebaskan Makassar dari tumpukan sampah-sampah plastik,” sebut Yasir.

Sebagai kota pintu gerbang kawasan Indonesia bagian timur, Makassar juga banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Penting bagi semua untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan kota dan memulainya dengan tidak membuang sampah bukan pada tempatnya.

Keberadaan bank sampah unit di Makassar dinilai sangat efektif membantu mengurangi volume sampah masuk di TPA Tamangapa dengan mengajak warga memilah dan menukar jenis sampah tertentu untuk ditukar dengan sembako atau kebutuhan rumah tangga. Sehingga bank sampah tidak hanya memberikan nilai ekonomis, tetapi juga edukasi dan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Saya juga berharap masyarakat bisa membatasi dalam penggunaan produk kantong plastik. Ini bertujuan agar sampah plastik dari kantong kresek tidak menumpuk di TPA. Kalau berbelanja lebih baiknya kita bawa kantong dari rumah yang dapat dipakai berkali-kali. Jadi tidak perlu lagi mengambil kantong dari toko itu,” terangnya.

Di tempat sama, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Aziz Hasan menyebut Indonesia menjadi negara terbesar setelah Hongkong memiliki jumlah sampah plastik dari lautan. Dan di Makassar 80 persen sampah plastik berasal dari daratan.

Adapun upaya dalam menyelesaikan persoalan sampah plastik dengan membuat inovasi mengubah limbah dari sampah plastik yang ada di laut menjadi sebuah energi yang memiliki manfaat untuk seluruh masyarakat.

“Kita akan bekerjasama dengan beberapa negara dalam merubah limbah plastik ini menjadi sumber energi yaitu dijadikan bahan bakar solar. Sampah plastik menjadi tantangan kita dan mau kita ubah menjadi suatu peluang yang memiliki manfaat,” tandasnya. (arf/bkm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *