Berfoto Pakai Simbol Dua Jari, Para ASN Disini Berurusan dengan Polisi

Rabu, 25 April 2018 - 11:07 WIB

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Ini adalah peringatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga tindakan seremeh apapun dalam Pilkada. Hanya berfoto dengan salam dua jari, para ASN di Tanah Laut harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Kabupaten Tanah Laut bersepakat, dugaan afiliasi tertentu melalui simbol salam dua jari itu mengindikasikan sejumlah pejabat Pemkab Tanah Laut tidak netral dalam perhelatan Pilkada 2018.

Komisioner Bawaslu Kalsel Aries Mardiono mengungkapkan ada kesepakatan antara Pengawas Pemilu Kabupaten Tanah Laut dengan Kepolisian dan Kejaksanan untuk membawa kasus ini ke persoalan hukum karena memang ditemukan indikasi pelanggaran Undang-Undang ASN.

Yang dilanggar adalah UU ASN Nomor 5 Tahun 2017, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS serta Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

UU tersebut dengan tegas melarang ASN untuk memberi komentar, menyukai apalagi jika terang-terangan mendukung salah satu peserta pilkada. Dibeberkan Aries, hari Sabtu (21/4) tadi, kajian dugaan pelanggaran sudah dibahas bersama antara penyidik kepolisian beserta kejaksaan dan Panwas. “Hasilnya, Sentra Gakkumdu bersepakat kasus ini dilanjutkan ke tahap penyidikan,” ungkap Aries kemarin.

Berkasnya pun sudah dilimpahkan ke Polres Tanah Laut untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Penyidikan sudah kewenangan aparat kepolisian dengan rentang waktu 14 hari kerja. Kita tunggu bersama hasilnya,” ujarnya.

Parahnya, tak hanya terjerat kasus hukum di Polres Tanah Laut, Panwas juga sebutnya akan menyampaikan berkas hasil penyelidikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk sanksi administrasi. “Dalam waktu dekat kami rekomendasikan pula ke KASN untuk proses tindak lanjutnya,” sebutnya.

Kasus ini terangnya, yang pertama di Kalsel naik sampai ke penyidikan Kepolisian pada tahapan Pilkada. Dia berharap, tak ada lagi kasus serupa yang dilanggar oleh ASN. “Sudah ada aturan yang mengatur netralitas ASN. Kami berharap ini tak terulang,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula adanya postingan di media sosial beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Laut.Mereka mengacungkan tanda salam dua jari yang kemudian memicu spekulasi.

Calon Bupati Tanah Laut (Tala) nomor urut 1 Sukamta sendiri melakukan protes keras dalam jumpa pers di Jalan Pancasila, Selasa (10/4).

Sukamta menduga, dua jari itu isyarat dukungan kepada calon lainnya, yakni rivalnya dalam Pilkada Tanah Laut 2018, Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar. Di Pilkada Tanah Laut, hanya ada dua pasangan calon ini.

Sekretaris Daerah Tanah Laut Syahrian Nurdin menganggap simbol dua jari dalam berpose itu masih wajar. Bisa saja, salam dua jari ini bisa dimaknai sebagai tanda victory atau kemenangan yang umum diekspresikan dalam foto bersama. “Terlebih juga para pejabat itu sedang bermain tenis lapangan,” ucapnya.(mof/ard/ay/ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.